PENGAWAL | MEDAN – Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (Dema UINSU) mendesak Presiden Joko Widodo lebih fokus menyelesaikan kekisruhan pasca Pilpres 17 April 2019, dibanding mengalihkan isu pada rencana pemindahan Ibu Kota Negara.
Pernyataan sikap Dema UINSU itu disampaikan dalam keterangan pers kepada Pengawal.id setelah Dema UINSU mencermati sikap politik Presiden Jokowi belakangan ini.
Pernyataan Dema UINSU itu disampaikan dalam rapat Dewan Mahasiswa UINSU yang pimpin Presiden Mahasiswa UINSU Muhammad Azhari Marpaung didampingi Wakil Presiden Mahasiswa UINSU Syahnan Afriansyah, Solihin Natama Hasibuan selaku Sekretaris Dewan Eksekutif Mahasiswa UINSU serta para pengurus Dema UINSU lain di Kantor Bersama Senat Mahasiswa dan Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumut Jalan Wiliam Iskandar Pasar V Medan Estate, Rabu (8/5/2019).
Presiden Mahasiswa UIN Sumatera Utara Muhammad Azhari Marpaung mengatakan setelah mencermati sikap Presiden Jokowi lebih cenderung melakukan safari politik terkait pemindahan Ibu Kota Negara dibanding mencari langkah politik untuk meredam kekisruhan politik pasca Pilpres 17 April lalu.
“Kami dari Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Sumatera Utara meminta ketegasan kepada bapak Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia agar segera menyudahi konflik berkepanjangan ini. Karena kita takutnya sesama kita warga negara Indonesia saling bermusuhan dan saling membenci dan timbullah perpecahan (sesama warga bangsa)” ujar Presiden Mahasiswa UINSU Muhammad Azhari Marpaung.
Menurut Muhammad Azhari Marpaung akibat perbedaan pilihan pasangan capres dan cawapres pada pilpres lalu, akhir-akhir ini telah terjadi kesenjangan sosial yang kepanjangan, akibatnya tali persaudaraan antar sesama anak bangsa kian renggang.
“Dan akhir-akhir ini terlalu banyak (seolah muncul) politik perpecahan zaman belanda, sesama kita dipecahkan. Maka kami dari Dewan Eksektif Mahasiswa (UINSU) dengan ini kepada Presiden Republik Indonesia untuk mengambil kebijakan yang lebih serius untuk menangani peristiwa (perpecahan politik) yang terjadi di Indonesia saat ini,” kata Muhammad Azhari Marpaung.
Dema UINSU meminta presiden Jokowi untuk tidak mengalihkan fokus perhatiannya dengan pembentukan Ibu Kota Negara yang akan dipindahkan dari Jakarta ke luar pulau Jawa.
Disisi lain Dema UINSU juga menyampaikan keprihatinannya dan bela sungkawa terhadap para penyelenggara pemilu 2019 yang gugur dalam menjalankan tugas negara, mereka patut dihargai sebagai pahlawan demokrasi.
Dema UINSU juga meminta KPU dan Bawaslu RI untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) kecurangan guna mencari kebenaran tentang adanya indikasi kecurangan yang dituding masing masing tim pemenangan pasangan calon presiden-wakil presiden. (Dev)
Baca Juga


