PENGAWAL | MEDAN - Promosi budaya yang dikemas melalui
kegiatan Festival Multi Etnis Kota Medan disoal kalangan seniman dan lembaga
swadaya masyarakat (LSM). Pasalnya, gawean yang menghabiskan dana ratusan juta
dan diharapkan bisa mempromosikan kebudayaan etnis Kota Medan, dinilai hanya
sekadar seremoni belaka.
Informasi diperoleh dana yang digelontorkan untuk
menyukseskan acara tersebut sebesar Rp 600 juta bersumber dari APBD TA 2019.
Kegiatan ini berlangsung 29 Agustus sampai 1 September 2019 di halaman Istana Maimoon dan dibuka oleh Wakil Walikota Medan
Ir Akhyar Nasution serta menampilkan 14 tim kesenian.
Berdasarkan penelusuran di LPSE Pemko Medan, ternyata
festival ini menghabiskan dana Rp 432.212.000. Namun dalam DPA proyek tersebut
bernilai Rp 600 juta. Berikut ini data yang direkam dari laman LPSE Pemko
Medan.
Kode Lelang 5798308
Nama Lelang Belanja Jasa EO Festival Multi
Etnis
Keterangan
Lelang Sudah SelesaiInstansi
Tahap Lelang Saat Ini
Instansi Pemerintah Daerah Kota Medan
Satuan Kerja DINAS KEBUDAYAAN KOTA MEDAN
Kategori Jasa Lainnya
Metode Pengadaan e-Lelang
Umum
Metode Kualifikasi Pascakualifikasi
Metode Dokumen Satu
File
Metode Evaluasi Sistem
Gugur
Anggaran 2019
– APBD
Nilai Pagu Paket Rp
450.000.000,00
Nilai HPS Paket Rp
449.955.000,00
Jenis Kontrak Cara
Pembayaran Lump Sum Pembebanan Tahun Anggaran Sumber Dana
Kualifikasi Usaha Perusahaan
Non Kecil
Lokasi Pekerjaan Dinas
Kebudayaan Kota Medan - Medan (Kota)
Syarat Kualifikasi
Peserta Lelang 23
Peserta [Detil...]
Dokumen Lain
Dokumen Lain Tanggal Kirim 23
PT TRANS KREASINDO PRODUCTIONS -
02.749.207.3-124.000 Rp
432.212.000,00 Rp 432.212.000,00
Anggaran yang tergolong lumayan ini ternyata tidak sebanding
dengan pelaksanaan acara. Berdasarkan keterangan salah seorang pengunjung
bernama Irwansyah, acara berlangsung sangat biasa dan tidak ada yang istimewa.
"Biasa saja acaranya pak, tidak ada yang mengejutkan.
Bahkan selama kegiatan sepi pengunjung. Begitu juga stand yang disediakan juga
banyak yang kosong,” kata salah satu pengunjung yang mengaku bernama Irwansyah,
pada media, saat pembukaan berlangsung.
Menanggapi hal itu Direktur Eksektif Lembaga Independen
Pemerhati Pembangungan Sumatera Utara (LIPPSU) Azhari AM Sinik mendesak agar
pihak terkait mengaudit secara keseluruh kegiataan tersebut. Alasannya,
kegiatan itu cuma seremoni dan menghabiskan banyak anggaran.
“Kita minta Walikota Medan Drs Dzulmi Eldin mengevaluasi
kadisnya, dan pihak penyelenggara. Kalau tidak LIPPSU akan mengadukan proyek
kejar tayang ini ke pihak kejaksaan," tegas Azhari.
Ditambahkan, seharusnya kegiatan ini melibatkan seniman Medan,
begitu juga MKM (Majelis Kesenian Medan) dan Dewan Kesenian Medan (DKM) selaku
kurator dalam memberikan masukan soal kegiatan tersebut.
Sementara itu Kadisbud OK Zulfi dalam sambutan cara
tersebuat mengatakan, even yang berlangsung selama 3 hari ini digelar
bertujuan dalam upaya melestarikan seni dan budaya tradisionil yang multi etnis
di Kota Medan. (sus)
Baca Juga


