Atasi Kejenuhan Para Kenshi Selama Menjalani TC, Begini Siasat Pelatih

Editor: Tim Redaksi author photo
Bagikan:
Komentar
Atlet kempo sedang berendam di kolam balon berisi air es.
PENGAWAL | MEDAN - Kendala utama yang dihadapi para kenshi selama menjalani pemusatan latihan (Training Centre/pemusatan latihan) adalah kejenuhan. Namun pelatih kempo, tidak habis akal untuk mengatasi masalah tersebut.

Para pelatih bersepakat untuk membelikan kolam renang balon agar para atlet dapat berendam. Selain sebagai sarana untuk rekreasi, juga untuk mengurangi masalah pada otot, terutama otot kaki.

Hal itu dikatakan pelatih nomor randory, Andre Rivai Sibarani, kepada wartawan, Jumat (30/8/2024). Menurutnya, pemusatan latihan di Asrama Haji Medan sangat dirasakan manfaatnya untuk meningkatkan kemampuan atlet.

"Tidak saja kemampuan teknik dan fisik, tapi juga mental atlet. Soalnya, selama di pemusatan latihan, kita bisa memantau semua perkembangan dan menjaga disiplin semua kenshi," ujarnya.

Namun, masalah terbesar yang dialami para kenshi adalah kejenuhan. Pasalnya, fokus para kenshi hanya latihan untuk meningkatkan kemampuan, tanpa aktifitas lainnya.

Menurut Andri, para pelatih sempat berfikir untuk membawa para kenshi ke kolam renang sebagai sarana rekreasi. Namun bisa menimbulkan masalah baru.

"Jika kita bawa berenang, terlalu berisiko bagi mereka. Bisa saja atlet cedera atau terjadi hal-hal yang tak diinginkan lainnya. Sementara waktu untuk bertanding sudah semakin dekat, sehingga akhirnya kita sepakat untuk membelikan kolam renang dari balon," katanya lagi.

Kini para kenshi bisa berendam di air es yang kita isi ke dalam kolam renang balon. Ternyata hal itu membawa banyak manfaat, karena selain baik untuk mengurangi rasa nyeri saat berlatih juga dapat menghilangkan stress atlet dan baik bagi kesehatan otot.


Menggembirakan

Diakui Andre, selama menjalani pemusatan latihan, para kenshi mengalami perkembangan yang menggembirakan. Para atlet yang bertanding di nomor randory mengalami kemajuan yang sangat siginifikan. Bahkan kondisinya sudah mencapai 95 persen dari target yang diinginkan oleh pelatih.

Pun begitu dengan para atlet yang berlatih di nomor embu, perkembangannya sudah mencapai 90 persen.

"Kami yakin saat berangkat ke Banda Aceh, target 100 persen seperti yang kita inginkan dari para kenshi bisa tercapai," ujarnya.

Hal itu karena semua peraturan yang diterapkan para pelatih sangat ketat. Bahkan jam 21.00 WIB, HP milik para atlet wajib disimpan agar bisa langsung istirahat sehingga saat menjalani latihan esoknya kondisi tubuh benar-benar bugar.

Selain itu, para kenshi juga benar-benar harus mematuhi disiplin yang diterapkan para pelatih.

"Tinggal masalah mental atlet saat bertanding di arena nanti. Meski selama menjalani proses latihan kita sudah mempersiapkan mental mereka, bahkan sudah mendatangkan psikolog, namun saat bertanding tentu kondisinya akan berbeda," ujar Andre.

Sebelumnya, lanjut Andre, mereka sudah berupaya dan mengajukan permohonan agar bisa berangkat lebih awal untuk melakukan adaptasi dengan venue. Namun, baik KONI maupun Dispora Sumut hanya menanggung biaya sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Tim kempo Sumut akan berangkat ke Banda Aceh pada 14 September mendatang. (sus)

Baca Juga
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini