Trending Topic! Call Centre 135 Pertamina Dituding Kibuli Konsumen

Editor: S Chaniago author photo
Bagikan:
Komentar


PENGAWAL.ID | MEDAN - Sikap Call Centre 135 milik Pertamina pusat dituding tak konsisten terhadap warga yang menjadi korban, Charlie (44) atas ketidaknyamanan dari SPBU 14.202.1141 Pasar 3 Marelan, Kota Medan, Sabtu (7/2/2026) 

Ini terlihat dari penyampaian  telephone recipient (penerima telepon) 135 Pertamina yang terkesan berbelit belit ketika memberi jawaban serta tak juga memberikan kepastian kepada konsumen kapan pengaduan ditindaklanjuti. 

Padahal Carlie menunggu kepastian call centre 135 Pertamina terkait pengaduannya bernomor no. 20260129053244742

Diketahui Charlie telah berupaya menghubungi call centre 135 Pertamina sebanyak lebih dari 7 kali namun jawaban hanya disuruh menunggu bersabar. Terakhir call centre 135 Pertamina mengaku bernama Maya. 

Charlie yang merupakan korban dari pelayanan tak profesional SPBU 14.202.1141 Pasar 3 Marelan. Diketahui Charlie  telah 2 jam mengantri jatah solar bersubsidi pada , Kamis (29/1/2026) 

Seperti perkataan, Charlie dirinya yang telah mengantri selama 15 menit saat akan mengisi di SPBU namun petugas mengatakan jaringan terganggu dan barcode tak berfungsi sehingga pengisian solar tidak dapat dilakukan. 

"Karena barcode tak berfungsi, Saya diarahkan petugas harus menunggu 15 menit kembali agar dapat mengisi minyak," kata Charlie. 

Namun yang kedua kalinya kata apes yang ada, Charlie diarahkan harus menunggu kembali selama 1 jam lamanya. Dengan langkah lunglai lalu stiur mobil diputar sembari memutar-mutar di kawasan Marelan. Tepat 1 jam menunggu sesuai dengan janji, Charlie kembali menagih janji petugas SPBU Marelan.

"Sudah nggak benar kebijakan yang diterapkan pemerintah dengan menggunakan barcode untuk mengisi solat bersubsidi. Ini namanya menyengsarakan rakyat. Solar bersubsidi yang saya harapkan kata petugas sudah habis. Diduga ada orang yang nakal lalu memainkan jatah solar bersubsidi kepada mafia BBM," beber Charlie kepada Pengawal.ID.

Saat itu Charlie menyinggung petugas SPBU 14.202.1141 Pasar 3 Marelan yang dianggap tak profesional, karena katanya jaringan terganggu, namun kendaraan lainnya semua dapat mengisi minyak solar  bersubsidi. 

"Inikan tak benar lagi. Logika saja, kalau jaringan terganggu berarti semua kendaraan tentunya tak dapat mengisi. Ini kendaraan dibelakang Saya tetap bisa mengisi," ucap Charlie. 

Sebelumnya, Charlie yang mengadukan SPBU 14.202.1141 Pasar 3 Marelan ke Humas Pertamina pusat call centre 135, terkait pelayanan tak profesional kepada telephone recipient Domi dengan no. aduan 20260129053244742 pada Kamis (29/1).(chan)

Baca Juga
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini