PENGAWAL.ID | BELAWAN - Nelayan skala kecil dan Mahasiswa PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), meminta kepada PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut agar solar subsidi bagi nelayan kapal 6 GT ke bawah di tempatkan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) /APMS bukan ke SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum), Rabu (3/6/2026).
Hingga kini para nelayan kecil pengguna kapal 6 GT ke bawah disebut-sebut selalu dianak tirikan, sebab minyak mereka dititipkan ke SPBU di Kampung Salam. Hal ini sering menimbulkan kerugian kepada nelayan kecil. Diketahui mulai mekanisme pembagian jatah minyak di SPBU Kampung salam, dengan metode bagi jatah pompa 2 dan pompa 3 di dalam SPBU tersebut.
"Kalau jatah di pompa 2 Bang! itu khusus organisasi tertentu, sedangkan pompa 3 kami ambil pakai nomor antrian. Kami bisa ngambil minyak 2 hari satu kali," sebut seorang nelayan saat aksi dengan Mahasiswa di depan pintu gerbang PT Pertamina, Selasa (2/6/2026).
Diketahui selama bertahun-tahun SPBN di dermaga Gabion Belawan hanya mengisi solar bersubsidi kepada nelayan 7 GT ke atas sementara buat 6 GT ke bawah seakan diabaikan.
Saat ini solar bersubsidi buat nelayan skala kecil dijual di SPBU kawasan Belawan sehingga sangat ditakutkan akan terjadi penyelewengan.
"Pertamina harus terbuka kepada para nelayan skala kecil! Jangan ada yang ditutup-tutupi dalam pendistribusian sehingga kami tak menduga banyaknya permainan solar bersubsidi," teriak Rizky sembari mengepalkan jarinya ke atas, Selasa (2/6/2026).
Dalam persoalan pendistribusian BBM bersubsidi, PMII meminta kepada pihak Polda Sumut segera menindak dan menelusuri dugaan adanya praktik permainan solar bersubsidi untuk nelayan skala kecil di kawasan Belawan.
"Ini bukan permainan baru, Kita meminta kepada Poldasu terkhusus Direskrimsus untuk segala turun ke Belawan, " kata Rizky dengan suara lantang.
Dalam hal ini PMII meminta kepada PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melakukan investigasi mendalam dan mengaudit terhadap sistem penyaluran terkhusus SPBU Kampung Salam.
Meminta kepada Polda Sumut untuk membentuk tim khusus yang bersih independen dan berintegritas tinggi untuk mengusut tuntas dugaan penyelewengan solar bersubsidi di Belawan.(pe)


