Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wasbang, Warga Harap Zulkarnaen Perjuangkan PMP Jadi Mata Pelajaran Wajib

Editor: Tim Redaksi author photo
Bagikan:
Komentar

PENGAWAL | MEDAN - Rasa nasionalisme yang mulai tergerus dalam diri generasi muda, membuat banyak orangtua merasa gelisah. Mereka berharap agar mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) kembali dijadikan pelajaran wajib di sekolah.

Harapan itu disampaikan oleh Hidayat dalam kegiatan pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) yang digelar Wakil Ketua DPRD Medan, H. Zulkarnaen SKM di Jalan Mapilindo, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Sabtu (11/7/2026).

Usulan Hidayat itu merupakan cerminan kekhawatirannya melihat sikap sebagian besar prilaku sehari-hari generasi bangsa yang tidak lagi mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

"Ini tentu menjadi kekhawatiran terbesar kita selaku orangtua. Bagaimana ke depan nasib bangsa ini kalau prilaku generasi muda kita jauh dari nilai-nilai Pancasila," ujarnya 

Untuk itu, selaku pimpinan DPRD Medan Hidayat berharap agar Zulkarnaen memperjuangkan agar PMP kembali dijadikan mata pelajaran wajib di sekolah.

Keprihatinan lainnya diungkapkan, Risma Sitompul yang mengeluhkan kesulitannya membimbing anak di era digital. Ia merasa anak-anak kini jauh lebih sibuk dengan gadget hingga kerap mengabaikan nasihat orang tua.

​Menanggapi hal tersebut, H. Zulkarnaen memberikan respons yang sangat positif. Ia menilai usulan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

​Ia berjanji akan membawa poin penting ini ke ranah legislatif dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Medan.

​"Ini masukan yang sangat bagus. Kami di DPRD Medan akan mencoba memasukkan agenda ini dalam rapat bersama Pemerintah Kota Medan, khususnya Wali Kota. Kita ingin agar program penguatan Ideologi Pancasila ini bisa masuk kembali ke dalam kurikulum pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di bawah naungan Pemko Medan. Kita ingin anak-anak kembali memiliki rasa hormat, cinta, dan menghargai orang tua serta guru mereka," tegasnya disambut tepuk tangan riuh warga.

Kepada Risma, H Zulkarnaen membagikan tips pola asuh yang ia terapkan di keluarga kecilnya sendiri. Ia menekankan pentingnya komitmen orang tua dalam membatasi waktu penggunaan gawai pada anak.

​"Di rumah, saya dan istri menerapkan aturan ketat. Senin sampai Sabtu selama hari sekolah, anak-anak sama sekali tidak memegang handphone, kecuali hanya untuk memberi kabar jika sudah sampai di sekolah atau saat hendak pulang. Mereka baru kami bebaskan menggunakan HP pada hari Minggu, dari pagi sampai jam 5 sore. Pola disiplin waktu seperti ini sangat penting agar anak tidak kecanduan," tutur Zulkarnaen berbagi pengalaman.

Pada acara itu, legislator dari Partai Gerindra Medan ini juga memberikan pesan tegas mengenai bahaya narkoba. Merespons kekhawatiran warga (Mama Rido) tentang adanya indikasi peredaran narkoba di lingkungan sekitar, Zulkarnaen meminta warga untuk tidak takut melapor ke pihak berwajib seperti Polsek setempat.

​"Jangan takut untuk melapor jika melihat ada tempat atau aktivitas mencurigakan terkait narkoba. Laporkan ke pihak berwajib atau melalui call center yang tersedia. Kami jamin, kerahasiaan identitas Ibu dan Bapak sekalian dilindungi oleh hukum. Mari kita bersama-sama memagari anak-anak kita dan menjaga lingkungan ini agar tetap bersih dari narkoba," pungkasnya menutup sosialisasi. (sus)

Baca Juga
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini