Zulkarnaen: Nilai Pancasila Benteng Generasi Muda dari Narkoba dan Digitalisasi

Editor: Tim Redaksi author photo
Bagikan:
Komentar

PENGAWAL | MEDAN – Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H. Zulkarnaen, SKM menggelar kegiatan pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Sabtu (11/7/2026).

Acara yang dihadiri oleh unsur Forkopimcam Medan Timur, diantara Sekcam Medan Timur Faisal Harahap, Bhabinkamtibmas Polsek Medan Timur Denny R Tamba, Babinsa Koramil Medan Timur Dicky A Lubis, Seklur Tegal Rejo Izan MT, Tokoh Masyarakat Milhan Siregar, serta ratusan warga ini mengusung tema penting: "Pancasila sebagai Sumber Nilai, Moral, dan Etika Publik", berlangsung di Jalan Mapilindo Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan.

​Dalam pemaparannya, politisi dari Fraksi Partai Gerindra ini menyoroti fenomena mulai terkikisnya nilai-nilai luhur Pancasila di tengah masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.

​Tantangan Digitalisasi dan Ancaman Narkoba

​H. Zulkarnaen mengungkapkan keprihatinannya terhadap kemerosotan moral anak bangsa yang kian kentara di era modern. Ia menggarisbawahi dua faktor utama yang menjadi pemicu ekstrem dari pergeseran etika ini, yaitu penyalahgunaan gawai (handphone) yang tidak terkontrol serta maraknya peredaran narkoba.

​"Anak-anak zaman sekarang ini sudah mulai kehilangan rasa segan dan hormat, baik kepada orang tua di rumah maupun kepada guru-guru mereka di sekolah. Ini menjadi alarm atau tanda nyata adanya penurunan nilai-nilai Pancasila yang tertanam di dalam diri mereka," ujar Zulkarnaen secara langsung.

​Pancasila sebagai Fondasi Etika Publik

​Dalam materi yang disampaikan, Zulkarnaen menjelaskan secara rinci kedudukan penting Pancasila. Ia menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar pedoman abstrak, melainkan rujukan aplikatif yang mengatur batasan baik dan buruknya suatu keputusan, tindakan, maupun kebijakan publik di Indonesia.

​Di dalam Pancasila terkandung nilai-nilai keutamaan seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan/Musyawarah Mufakat, serta Keadilan Sosial. Nilai-nilai inilah yang harus menjadi standar moral dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

​"Kita semua mungkin memiliki latar belakang budaya, agama, atau kepentingan pribadi yang berbeda-beda. Namun di ranah publik, kita tidak bisa serta-merta menggunakan nalar pribadi atau kelompok kita sendiri. Di sinilah Pancasila hadir sebagai titik temu dan filter moral agar kita bisa hidup berdampingan dengan damai," jelasnya. (sus)

Baca Juga
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini