Tindak Lanjut Arahan Pusat, APPSI Sumut Gandeng Bulog Medan Amankan Ketahanan Pangan Daerah

Editor: Tim Redaksi author photo
Bagikan:
Komentar

PENGAWAL | MEDAN - Memastikan stabilitas pasokan dan harga bahan pokok di tingkat pedagang pasar tradisional terus menjadi prioritas Utama Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI). Hal ini juga menjadi focus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) APPS Sumatera Utara saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Perum Bulog Medan pada Kamis, 13 Agustus 2026.  

Pertemuan strategis ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPW APPSI Sumut, Suwarno, S.E., M.M., yang hadir mewakili Ketua DPW APPSI Sumut, H. Ihwan Ritonga, S.E., M.M.. Dalam rombongan tersebut, Suwarno didampingi oleh Wakil Bendahara DPW APPSI Sumut Hari Novina, serta Sekretaris DPC APPSI Medan Sigit H. beserta tim pengurus. Delegasi APPSI diterima langsung secara hangat oleh Pimpinan Cabang Bulog Medan, Lutfillah Barus yang diwakili Asisten Manajer Penjualan Pasar Pemerintah, Fran Sugara. 

Dalam dialog yang berlangsung intensif namun tetap santai itu, Suwarno menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan langkah nyata dalam merealisasikan instruksi dari tingkat pusat. "Kedatangan kami ke Bulog Medan adalah tindak lanjut langsung dari arahan Ketua Umum DPP APPSI, Bapak Sudaryono. APPSI Sumut berkomitmen membangun kemitraan strategis dengan Perum Bulog guna mengawal kebijakan strategis nasional Asta Cita, membantu pemerintah daerah dalam mengendalikan laju inflasi, serta memastikan program RPK Bulog yang dikerjasamakan dengan APPSI benar-benar tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat guna," tegas Suwarno.

Langkah ini mempertegas peran APPSI sebagai mitra pemerintah dan BUMN dalam menjamin keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat luas, di samping untuk mewujudkan ketahanan pangan daerah yang lebih kokoh. 

Melalui pertemuan ini, Suwarno memastikan bahwa APPSI Sumut dan Kota Medan tetap berkomitmen dalam melakukan perkuatan jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) di pasar-pasar tradisional, sehingga penyaluran komoditas pangan pokok seperti beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), dan minyak goreng bersubsidi (MinyaKita), benar-benar sampai ke tangan masyarakat sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kemudian, memotong alur distribusi komoditas dari Bulog langsung ke pedagang pasar tradisional. "Langkah ini bertujuan untuk menekan biaya logistik, meminimalisir spekulasi harga di tingkat perantara, serta menahan laju inflasi di Sumatera Utara," terang Suwarno.

Tak kalah pentingnya, lanjut Suwarno, pertemuan ini juga bermanfaat dalam meningkatkan koordinasi penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan pengawasan berkala melalui Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM), terutama untuk mengantisipasi lonjakan permintaan jelang hari-hari besar keagamaan.

"Melalui kerja sama ini, kita berharap pasokan pangan bersubsidi dan komoditas strategis pemerintah dapat terdistribusi secara akurat hingga ke tangan konsumen akhir di pasar-pasar tradisional. Sinergi ini juga kami yakin akan menjadi pondasi yang kuat dalam menstabilkan harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat Sumatera Utara tetap aman dan terkendali," pungkas Suwarno.

Menanggapi hal tersebut, Fran Sugara menyambut positif dan mengapresiasi inisiatif proaktif dari jajaran APPSI Sumut. Fran menegaskan komitmen Perum Bulog Medan untuk membuka ruang kerja sama seluas-luasnya dengan organisasi pedagang pasar.

"Kami sangat menyambut baik kehadiran dan komitmen dari APPSI Sumut. Bulog membutuhkan mitra strategis seperti APPSI yang bersentuhan langsung dengan pedagang pasar di lapangan. Sinergi ini sangat krusial agar komoditas pangan bersubsidi maupun cadangan pemerintah dapat tersalurkan dengan lancar, tepat sasaran, serta mampu menjaga kestabilan harga pangan di Medan dan sekitarnya," ujar Fran. (Sumber: Humas APPSI Sumut)

Baca Juga
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini