Pemicu Kebanjiran, Telah Terkumpul Puluhan Ton Sampah Penyumbat Sungai Pinang Desa Lama

Editor: S Chaniago author photo
Bagikan:
Komentar


PENGAWAL.ID | HAMPARAN PERAK - Puluhan ton sampah telah terkumpul yang menyumbat di pintu air kawasan Sei Pinang, Desa Lama, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Sampah menjadi pemicu banjir besar, Selasa (1/9/2026) 

Keberadaan sampah yang meyumbat pintu irigasi (flap gate) kawasan Sungai Pinang di Dusun I, Desa Lama, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang menjadi salah satu pemicu datangnya banjir yang melanda permukiman warga. Pintu air yang kondisinya sudah usang dan tidak berfungsi optimal itu kini menjadi titik penumpukan sampah. 

Sumbatan sampah membuat aliran air di Sungai Pinang tersendat. Genangan kemudian membesar dan meluber ke kawasan permukiman. Banjir dilaporkan berdampak pada Desa Lama, Desa Paluh Manan, Desa Bulu Cina dan Desa Kota Rantang.

Dusun di Desa Paluh Manan yang terdampak banjir adalah Dusun 4, 5, 7 Kampung Gereja serta Dusun 8 Desa Paluh Manan. 

Persoalan tersebut semakin rumit karena Sungai Pinang menjadi muara dari aliran sejumlah sungai lain. Di antaranya Sungai Arang Dalu di Kota Rantang, Sei Disky di Bulu Cina, dan sungai di kawasan Dharma Bhakti.

Material sampah yang terbawa arus dari sejumlah wilayah akhirnya tertahan di sekitar pintu irigasi Dusun I. Kondisi pintu air yang tidak berfungsi membuat sampah menumpuk dan menghambat laju air.

Warga menilai kondisi tersebut tidak semestinya dibiarkan berlarut. Selain tak berfungsi untuk mendukung kebutuhan pengairan pertanian, pintu irigasi terakhir menjadi tumpukan sampah. 

"Pintu irigasi yang tak berfungsi terakhir menyumbat banyak sampah sehingga ribuan rumah warga kebanjiran,” ujar warga.

Masyarakat Desa Lama, Desa Paluh Manan, Desa Bulu Cina dan Desa Kota Rantang berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera turun tangan. Mereka meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Sumut melakukan pemeriksaan sekaligus memugar pintu irigasi tersebut.

Warga juga berharap penanganan tidak sebatas membersihkan sampah setelah banjir terjadi. Pemugaran konstruksi pintu air dan pembenahan sistem aliran dinilai diperlukan agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Bagi warga, banjir bukan sekadar persoalan genangan. Ketika pintu air yang seharusnya mengatur aliran justru menjadi titik sumbatan, permukiman di hilir menjadi pihak yang menanggung akibatnya.(chan) 

Baca Juga
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini