PENGAWAL.ID | MEDAN -Pemadaman listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) hingga 2 hari berturut-turut di kawasan Pasar 3 dan Pasar 4 kawasan Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan sangat mencederai perasaan warga dan menganggap PT PLN tak manusiawi.
Pemadaman aliran listrik oleh perusahaan berplat merah tersebut tanpa ada pemberitahuan, sehingga mengganggu aktivitas puluhan ribu warga.
"Lengkap sudah penderitaan ini, udah lantai tergenang banjir, anak sekolah terkendala saat belajar malam, kami terancam kelaparan karena tak dapat menanak nasi. Kini semua rumah tangga memakai ricecooker yang membutuhkan pasokan listrik," beber warga Mabar Hilir Bu Nur (56), Jumat (28/11/2025).
Padahal Badan Usaha Milik Negara itu memiliki aturan bila ada keterlambatan pembayaran rekening listrik bisa berdampak pada dikenakannya denda, hingga pemutusan aliran listrik oleh PLN.
Menurut Ketua PAC LSM Penjara Kecamatan Medan Deli Abdul Rahim Lubis tindakan PLN ini dianggap tak manusiawi dan berperikemanusiaan lagi.
"seharusnya PLN lebih fair. Jadi gimana kalau PLN memberikan pelayanan kepada warga yang tak maksimal. Gimana kontribusi yang didapatkan warga dengan kebalikan aturannya," sebut Abdul Rahim Lubis.
Bahkan Ketua LSM Penjara meminta kepada Presiden Prabowo Subianto agar PLN diberikan pihak swasta agar dikelola secara profesional sehingga meningkatkan pelayanannya.
"Dari tahun ke tahun warga mengetahui amburadulnya pelayanan PT PLN. Dugaan dari dahulu kala kental aroma malingnya," kesal seorang Aktifis tersebut kepada wartawan.(chan)


