Peristiwa mengerikan itu terjadi di Gang Perabot, Lingkungan XXII, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Seluruh rangkaian kejadian terekam kamera CCTV dan kini beredar di masyarakat, memperlihatkan betapa brutalnya pelaku memperlakukan anak di bawah umur.
Menurut informasi yang dihimpun, saat kejadian korban baru pulang sekolah dan sedang berada di dalam rumah sambil bermain ponsel. Pelaku tiba-tiba masuk ke rumah dan langsung merampas handphone dari tangan korban.
Bunga yang kaget dan takut berusaha mempertahankan barang miliknya, sehingga terjadi tarik-menarik antara korban dan pelaku.
Namun pelaku tak peduli. Dalam kondisi mesin sepeda motor sudah menyala, pelaku justru memutar gas dan melaju kencang, membuat tubuh kecil korban terseret di atas jalan beraspal.
Sepanjang lebih kurang ratusan meter, Bunga terseret dan terhempas, sebelum akhirnya dilepaskan pelaku di badan jalan dalam kondisi penuh luka.
Korban mengalami luka di hampir seluruh bagian tubuh akibat gesekan keras dengan aspal. Warga yang melihat kejadian itu langsung memberikan pertolongan dan membawa korban untuk mendapatkan perawatan.
Lebih memprihatinkan lagi, warga menyebut rumah korban diduga sudah lebih dulu dipantau dan “ditandai” oleh pelaku. Kedua orang tua Bunga diketahui bekerja di luar rumah sehingga korban kerap berada sendirian, kondisi yang dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.
Tokoh masyarakat setempat, Charlie, mengecam keras aksi tersebut dan mendesak Polsek Medan Labuhan segera menangkap pelaku.
“Ini sudah keterlaluan. Anak kecil diseret di aspal hanya demi sebuah handphone. Kalau dibiarkan, akan muncul korban-korban baru. Aparat penegak hukum harus bertindak cepat dan tegas,” ujarnya.
Charlie juga menyoroti kuatnya dugaan keterkaitan pelaku dengan jaringan narkotika yang selama ini meresahkan warga di kawasan Medan Utara.
“Para pelaku kejahatan seperti ini sudah terkontaminasi narkoba. Kawasan Gang 36 dan sekitarnya bahkan sudah diblacklist karena maraknya pemakai dan pengedar. Ini bom waktu bagi keamanan warga,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa pembiaran terhadap peredaran narkotika akan berujung pada meningkatnya kriminalitas dan kehancuran generasi muda.
“Kalau kita terus menutup mata terhadap narkoba, generasi bangsa ini akan hancur sehancur-hancurnya,” tandas Charlie.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih memburu pelaku berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi. Warga berharap, pelaku segera ditangkap dan diproses hukum seberat-beratnya agar rasa aman di Medan Utara bisa kembali pulih.(chan)


