PENGAWAL.ID | HAMPARAN PERAK - Jembatan Titi Payung Desa Klambir, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, memprihatinkan, Kamis (8/1/2026)
Jembatan berusia sepuh tersebut dikuatirkan ambruk namun masih saja pengemudi mobil dan pengendara sepeda motor melintas.
Sebelumnya, diduga tanpa ada pengawasan dinas terkait, mobil tanki besar yang mengangkut CPO (Crude Palm Oil) dan BBM (Bahan Bakar Minyak), serta mobil pengangkut kayu gelondongan dari Kabupaten Langkat selalu melintasi jembatan Titi Payung.
Dengan tonase puluhan ton truk melintasi jembatan Titi Payung Desa Klambir Hamparan Perak sehingga jembatan tak kuat menopang berat berakibat struktur jembatan makin melemah.
Bahkan kini, ujung jembatan sisi timur runtuh, berlubang membentuk lubang yang dikuatirkan jembatan nyaris ambruk karena tak kuat menahan beban berat.
Malahan sisi bangunan penyangga jembatan Titi Payung sebelah barat bawah pun terus terkikis oleh abrasi air sungai Belawan, membuat kondisi jembatan semakin mengkhawatirkan.
Pembangunan jembatan Titi Payung sendiri sudah dimulai sebelum pandemi Covid-19, namun hingga kini belum juga selesai.
Disebut-sebut mangkraknya pembangunan jembatan Titi Payung Desa Klambir Hamparan Perak dikaitkan dengan penangkapan Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumatera Utara, Topan Obaja Putra Ginting, oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) terkait kasus dugaan suap proyek jalan dan jembatan.
Masyarakat sekitar juga telah menyampaikan keluhan mereka kepada Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah, yang melakukan kunjungan reses ke Desa Klambir 5 Kampung. Mereka meminta agar jembatan Titi Payung segera diperbaiki karena teramat penting bagi akses transportasi dan perekonomian masyarakat.(chan)


