GRANAT Apresiasi POMAL Tumpas Begal Sadis di Belawan

Editor: S Chaniago author photo
Bagikan:
Komentar


PENGAWAL.ID | MEDAN - Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) memberikan apresiasi tinggi kepada Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I atas keberhasilan memberantas pelaku begal sadis yang selama ini meresahkan warga di kawasan Belawan, Kota Medan.

Humas GRANAT DPD Sumatera Utara, Charlie, menegaskan langkah tegas aparat menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam menjamin keamanan masyarakat.

“Kerja keras POMAL patut diapresiasi. Pelaku begal ini sangat meresahkan dan aksinya brutal,” ujar Charlie dalam keterangannya, Jumat, (24/4/2026).

Aksi kejahatan yang dilakukan pelaku tidak hanya merampas harta benda, tetapi juga melibatkan kekerasan ekstrem. Salah satu korban merupakan pegawai PT Waruna yang mengalami pembacokan saat beraktivitas di kawasan Jalan Pulau Sicanang, Belawan.

Operasi penangkapan dipimpin langsung oleh Komandan POMAL Kodaeral I, Triono Adi Susilo. Kehadiran pimpinan di lapangan disebut sebagai bentuk keseriusan aparat dalam menindak kejahatan jalanan yang semakin brutal.

“Ketegasan POMAL menunjukkan komitmen aparat penegak hukum dalam menciptakan rasa aman, khususnya di wilayah Belawan yang merupakan kawasan strategis pelabuhan internasional,” tegas aktifis anti narkotika itu.

Dari hasil penelusuran, aparat berhasil membekuk pelaku utama yang dikenal dengan julukan “Iwan Membot”, sosok yang disebut sebagai begal kelas kakap di wilayah tersebut. Ia diduga telah berulang kali melakukan aksi serupa di sejumlah titik di Medan bagian utara.

Catatan kejahatan pelaku tergolong panjang dan brutal. Seorang pedagang pecal bernama Juliana (42) menjadi korban pembacokan hingga mengalami luka serius di bagian lengan di kawasan Medan Marelan. Dalam kasus lain, warga di Jalan Metal, Kelurahan Tanjung Mulia, Medan Deli, juga menjadi korban pembegalan usai mengantar anak ke sekolah.

Tak hanya itu, aksi pelaku bahkan pernah menelan korban jiwa. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk di kawasan simpang Kantor Kecamatan Medan Labuhan.

Korban lain, seorang ustaz bernama Parentah Lubis, juga menjadi sasaran kekerasan saat hendak mengisi pengajian Subuh di bulan Ramadan. Ia mengalami luka sabetan senjata tajam di kawasan jembatan tol Pasar 3, Mabar Hilir, Medan Deli.

GRANAT menilai keberhasilan ini harus menjadi momentum bagi aparat untuk terus memperkuat penindakan terhadap kejahatan jalanan yang kian nekat dan terorganisir.

“Belawan adalah urat nadi perekonomian Sumatera Utara. Keamanan di wilayah ini tidak bisa ditawar. Aparat harus konsisten dan tanpa kompromi,” pungkas Charlie.(chan) 

Baca Juga
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini