Jamaah MATFA Minta Pertanggungjawaban Galih

Editor: susilo author photo
Bagikan:
Komentar
Syafruddin saat diperkenalkan kepada jamaah MIFA.

PENGAWAL | MEDAN - Sejumlah jamaah Majelis Ta'lim Fardhu 'Ain (MATFA) minta pertanggungjawaban pernyataan Galih Pamungkas yang mengaku memiliki rekaman Al Mukarrom Tuan Guru bahwa tidak perlu membaca at tahiyyiat dalam sholat.

Permintaan pertanggungjawaban disampaikan oleh Haji Rasiadi jamaah senior MATFA di Batam.

"Dia (Galih) saat haul Tuan Guru nanti, kita panggil secara khusus untuk minta pertanggungjawaban," ujar  Rasiadi, melewati telepon selular, Senin (11/05/2026)

Yang pasti H  Rasiadi tidak terima dan tidak sependapat dengan paham yang nyeleneh dari Galih.

"Saya pertanyakan paham dia (Galih). Jangan membawa-bawa ilmu Tuan Guru, tapi isinya bukan," tegas Rasiadi mengingatkan.

Syafruddin jamaah MATFA yang lain juga protes dengan pernyataan Galih.

"Tak pernah diajarkan. Tetap Tuan Guru membaca attahiyat karena itu masuk dalam rukun 13," tutur Syafruddin.

Sementara  Hendra, jamaah MATFA asal Pangkalan Susu, menilai pernyataan Galih tak perlu di-open-in. Artinya, biarkan kena mudhorat dengan sendirinya.

"Dapat dipastikan hancur kena mudhorat yang menzhalimi ajaran dan menjual-jual nama Tuan Guru," kata Hendra yang berbaiat tahun 1990 itu. 

Sebelumnya, Zulkifli jamaah lawas MATFA juga mengungkapkan, pernyataan Galih itu salah. "Ya salah. Pasti salah;" ujar Zulkifli.

Galih menurut Zulkifli, wajib meng-clear-kan persoalan ini.

"Artinya kita minta klarifikasi dari Galih. Jujur aja mengakui dan keliru. Saya rasa selesai," terang Zulkifli. 

Kejadian ini berawal pertemuan di kediaman H Yudi, Jalan Japaris Medan, Selasa (5/5/2026) sekira pukul 11.00 WIB.

Ketika itu H Yudi menerangkan, dirinya tak pernah mendengar Tuan Guru tidak membaca At tahiyyat di dalam sholat.

"Tapi kalau tahiyyat, saya belum pernah dengar dari ulama, tapi tetap dibaca attahiyyat dalam sholat. Kalau Pak Galih dengar terserah aja," ujar H Yudi.

Lalu Galih menjawab; "Saya rasa ada rekamannya. Ada. Kalau itu tak mungkin berbuat tanpa dasar".

Galih juga mengatakan, arti tahiyyat itu adalah pernyataan hayat. Hayat yang di dalam ini yang menyatakan. 

"Nanti saya kirimkan aja ji (Haji Yudi), rekaman Tuan Guru arti tahiyyat itu apa, bukan penghormatan," ungkap Galih.

Galih dengan yakin juga mengatakan, itu bahasa Tuan Guru langsung. (sus)

Baca Juga
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini