SPBU Kampung Salam Diduga Sekongkol dengan Mafia BBM, Solar Subsidi Nelayan Disedot Sistematis

Editor: S Chaniago author photo
Bagikan:
Komentar


PENGAWAL.ID | BELAWAN - Praktik dugaan penyelewengan solar subsidi untuk nelayan kembali mencuat di kawasan Medan Belawan. Kali ini, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kampung Salam disebut-sebut terlibat dalam permainan mafia bahan bakar minyak (BBM) yang diduga menyedot habis jatah solar bersubsidi milik nelayan untuk kemudian dijual kembali demi keuntungan besar.

Informasi itu diungkap sejumlah nelayan di Kampung Kurnia, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Senin (25/5/2026). Mereka menyebut praktik tersebut berlangsung terang-terangan dan diduga telah berjalan lama tanpa tersentuh hukum.

“Setiap hari solar subsidi nelayan diduga dikuras mafia. Mereka memakai barcode nelayan untuk mengisi BBM di SPBU, lalu minyak langsung dibawa ke gudang di Pajak Baru,” ungkap seorang nelayan yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Menurutnya, aktivitas itu bukan lagi rahasia di lingkungan nelayan. Dugaan keterlibatan oknum internal SPBU disebut menjadi kunci lancarnya distribusi ilegal solar subsidi tersebut.

“Kalau soal keterlibatan orang dalam SPBU, semua orang sudah tahu. Diduga ada izin dari oknum tertentu sehingga mafia bebas bermain,” katanya.

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas mencurigakan di area SPBU Kampung Salam. Sejumlah becak pengangkut BBM terlihat hilir mudik mengisi solar subsidi sebelum diduga mengantarkannya ke gudang penampungan mafia BBM di kawasan Pajak Baru, Kelurahan Belawan Bahagia.

Praktik itu diduga menyebabkan kerugian negara dalam jumlah fantastis. Solar subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi nelayan kecil justru diduga beralih ke jaringan mafia untuk dijual kembali dengan harga industri.

Wakil Ketua Forum Wartawan Kejaksaan (FORWAKA) Belawan, Dian, mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan membongkar jaringan mafia BBM subsidi tersebut, termasuk mengusut dugaan keterlibatan pengelola SPBU.

“Kami meminta Kejaksaan Negeri Belawan segera mengusut tuntas dugaan pencurian solar subsidi nelayan ini. Negara bisa dirugikan miliaran rupiah setiap bulan jika praktik ini terus dibiarkan,” tegas Dian.

Ia juga meminta aparat tidak hanya menangkap pemain lapangan, tetapi memburu aktor utama yang diduga mengendalikan distribusi ilegal BBM subsidi di Belawan.

“Penegak hukum jangan tutup mata. Mafia BBM subsidi ini sudah sangat meresahkan dan merampas hak nelayan kecil,” tambahnya.

Manejer SPBU Kampung Salam Belawan Rustian alias Ahok membantah adanya permainan minyak nelayan bersubsidi tersebut. 

"Kalau abang datang kemari dan memantau situasi SPBU Kampung Salam, berita miring itu tidak lah benar adanya," beber Ahok.(chan) 


Baca Juga
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini