PENGAWAL.ID | BELAWAN – Potret kemiskinan ekstrim masih ditemukan di kawasan Bagan Belawan, Kota Medan. Seorang lansia bernama Rosnani (80), yang akrab disapa Nek Rosnani, menjalani hari-harinya di sebuah gubuk kayu berukuran sekitar 3x3 meter yang kondisinya nyaris ambruk, Senin (13/7/2026).
Puluhan tahun hidup dalam keterbatasan, Nek Rosnani kini tinggal bersama adiknya setelah kedua orang tuanya telah lama meninggal dunia. Di usia senja, keduanya hanya mengandalkan uluran tangan para tetangga dan warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kondisi tempat tinggal mereka memprihatinkan. Lantai kayu rumah telah lapuk dimakan usia, sementara sebagian atap sudah terbuka sehingga air hujan mudah masuk ke dalam rumah.
Lebih memilukan lagi, keterbatasan ruang membuat aktivitas makan dan buang air besar (BAB) dilakukan di ruangan yang sama. Tidak tersedia fasilitas sanitasi yang layak di dalam rumah sederhana tersebut.
Saat banjir rob melanda kawasan pesisir Belawan, air kerap menggenangi rumah. Dalam kondisi itu, Nek Rosnani dan adiknya hanya bisa bertahan dengan duduk di atas dipan kayu yang posisinya sedikit lebih tinggi dari lantai.
Di tengah himpitan ekonomi dan keterbatasan fisik akibat usia lanjut, Nek Rosnani mengaku hanya bisa berserah diri dan terus memanjatkan doa agar diberi kemudahan menjalani hidup.
Harapan itu sedikit terobati ketika, usai pelaksanaan Salat Jumat, tim Sedekah Jumat dari Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) binaan H. Ikhwan Lubis datang mengunjungi kediamannya dengan membawa bantuan kebutuhan pokok.
Kedatangan relawan disambut haru oleh Nek Rosnani. Senyum tipis terlihat menghiasi wajahnya, sementara matanya berkaca-kaca saat menerima bantuan berupa satu karung beras.
"Alhamdulillah, doa nenek diijabah Allah. Seminggu ke depan kami bisa menanak nasi di dapur ini," ucap Nek Rosnani dengan suara lirih, Jumat (10/7/2026)
Bantuan tersebut memang belum mampu mengubah kondisi rumah yang nyaris roboh. Namun, bagi Nek Rosnani dan adiknya, perhatian serta kepedulian dari sesama menjadi harapan yang masih menjaga semangat mereka untuk bertahan hidup.
Potret kehidupan Nek Rosnani menjadi pengingat bahwa masih ada ribuan warga lagi yang hidupnya dalam kondisi sangat memprihatankan dan membutuhkan perhatian bersama, baik dari pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat, agar dapat memperoleh tempat tinggal yang layak dan kehidupan yang lebih manusiawi.(chan)



