Waspada! Terduga Predator Anak Kabur, Warga Desa Helvetia Ikut Memburu Pelaku

Editor: S Chaniago author photo
Bagikan:
Komentar


PENGAWAL.ID | LABUHAN DELI – Seorang pria berinisial Panoli Zai, yang dilaporkan dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak, menjadi buruan warga setelah diduga melarikan diri saat hendak diamankan menuju Markas Polres Pelabuhan Belawan, Jumat (24/7/2026).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sedikitnya tiga anak diduga menjadi korban dalam perkara tersebut. Ketiganya masing-masing berinisial CDN (12), RN (10), dan PAW (12). Laporan atas dugaan tindak pidana tersebut telah diterima Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan dan kini sedang dalam proses penyelidikan.

Sejumlah warga Desa Helvetia mengaku turut melakukan pencarian terhadap terduga pelaku. Mereka berharap aparat kepolisian segera menangkap yang bersangkutan agar tidak menimbulkan keresahan lebih luas di tengah masyarakat.

Di sisi lain, penelusuran yang dilakukan awak media menemukan adanya informasi dari seorang warga yang menyebut Panoli Zai diduga memiliki riwayat melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Namun, informasi tersebut masih berupa keterangan dari narasumber dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Iya Bang, dulu istrinya pernah hamil lima bulan lalu pergi karena tidak tahan sering dipukul," ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sementara itu, penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Panti Asuhan Terang Dunia, lokasi yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih memburu terduga pelaku sekaligus mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi.

Pemerhati anak AY Sastrawan menilai dugaan kekerasan seksual terhadap anak merupakan tindak pidana yang berdampak sangat serius terhadap korban.

"Kekerasan seksual terhadap anak merupakan kejahatan luar biasa karena meninggalkan dampak jangka panjang terhadap kondisi fisik, psikologis, dan masa depan korban. Penanganannya harus cepat, profesional, serta mengutamakan perlindungan korban," ujarnya.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak serta perlunya respons cepat aparat penegak hukum dalam menangani setiap dugaan kekerasan seksual. Polisi juga diharapkan segera menangkap terduga pelaku agar proses hukum dapat berjalan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.(chan) 

Baca Juga
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini