PENGAWAL.ID | BELAWAN – Kondisi Jalan Raya Pelabuhan menuju Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan kian memprihatinkan. Jalan berlubang di berbagai titik disebut telah menelan banyak korban, bahkan hingga menyebabkan kematian.
Salah satu kondisi Jalan Raya Pelabuhan menuju Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan yang memprihatinkan dan dikeluhkan warga (Foto/Ist)
Keluhan ini kembali mencuat setelah sejumlah pengguna jalan dan pekerja pelabuhan mengalami kecelakaan akibat kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki.
Jalan Raya Pelabuhan merupakan akses vital bagi aktivitas logistik impor dan ekspor di kawasan Pelabuhan Belawan. Jalur ini setiap hari dilalui truk-truk kontainer, kendaraan operasional, hingga masyarakat umum yang beraktivitas di sekitar pelabuhan.
Namun, kondisi aspal yang berlubang dan bergelombang membuat pengendara kerap terjebak, oleng ke kiri dan kanan, hingga kehilangan kendali.
“Sudah banyak yang jadi korban. Ada yang jatuh, ada yang luka berat, bahkan sampai meninggal. Tapi sampai sekarang jalannya tetap seperti ini,” ujar Hikman, warga Belawan, Senin (26/1/2026).
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Pelindo Belawan dinilai memiliki tanggung jawab moral dan sosial terhadap infrastruktur pendukung kawasan pelabuhan.
Selama ini, seluruh aktivitas bongkar muat barang impor dan ekspor, termasuk pelayanan bagi perusahaan ekspedisi muatan kapal laut (EMKL), wajib melalui PT Pelindo sesuai manifes dan delivery order (DO).
Namun di balik keuntungan yang diperoleh dari aktivitas tersebut, perhatian terhadap kondisi Jalan Raya Pelabuhan minim. Warga mempertanyakan komitmen PT Pelindo Belawan dalam menangani kerusakan jalan yang telah berlangsung lama.
“Keuntungan Pelindo mungkin sempat turun di 2024, tapi 2025 naik lagi. Bahkan sampai 2026 diprediksi terus meningkat. Tapi kenapa perbaikan jalan yang sangat vital ini tidak menjadi prioritas?” kata Hikman.
Ia juga menyoroti absennya langkah konkret dari manajemen Pelindo Belawan. Menurutnya, General Manager (GM) Pelindo Belawan seharusnya turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi jalan dan merespons keluhan masyarakat.
“GM Pelindo Belawan seharusnya turun melihat langsung bagaimana kondisi jalan ini. Jangan hanya duduk di kantor. Jalan ini bukan sekadar akses pelabuhan, tapi juga jalur hidup masyarakat Belawan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Pelindo Belawan belum memberikan keterangan resmi terkait rencana perbaikan Jalan Raya Pelabuhan TPK Belawan. Warga berharap pemerintah daerah dan manajemen Pelindo segera mengambil langkah nyata sebelum kembali jatuh korban berikutnya. (man)

