Penggiat Pendidikan di Hamparan Perak: Tak Mentolerir Pelajar Terlibat Geng Motor

Editor: S Chaniago author photo
Bagikan:
Komentar

PENGAWAL.ID | HAMPARAN PERAK - Maraknya aksi begal dan perang sporadis geng motor di kawasan Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, memunculkan dampak negatif terhadap masyarakat terkhusus para pelajar sekolah, Rabu (21/1/2026)

Karena selain tindakan kriminal bermunculan para pelaku begal tak segan menumpahkan darah dan selalu mempengaruhi anak remaja yang terbilang masih berstatus pelajar sekolah sehingga banyak berjatuhan korban.

Parahnya lagi para pelajar yang terlibat ke dalam kelompok geng motor teramat sulit bila akan berpaling kembali. Karena ada sumpah sakral apabila telah menjadi anggota kelompok geng motor.

Parahnya lagi, para anggota bakal menerima ancaman bakal dihabisi bila mana menjauh dari geng motor. Ancaman inilah yang terkadang sangat ditakuti para anggota geng motor.

Penggiat Pendidikan di Hamparan Perak Julkhairi Sam mengatakan telah memberikan arahan kepada para pelajarnya agar tak ikut-ikutan dan terpengaruh terhadap kelompok geng motor serta pelaku begal. Selain merugikan diri sendiri, keluarga dan dimana pelajar itu bersekolah bahkan kepada orang lain.

"Pelajar lelakinya di sekolah Tarbiyah Islamiyah setiap malam Jumat diberikan materi pelajaran pengajian. Agar pelajar selalu memahami tindakan yang merugikan orang lain, melanggar hukum dan norma-norma agama," kata Julkhairi Sam yang juga Kepala Sekolah SMK di Yayasan Tarbiyah Islamiyah .

Lebih lanjut, Julkhairi Sam mengatakan kalau pihak sekolah Yayasan Tarbiyah Islammiyah tetap berkomunikasi dengan orang tua siswa dan wali murid melalui telepon seluler.

"Bila pelajar hingga larut malam belum juga pulang, orang tua harus memberi tahu pihak sekolah. Dan sekolah membuat grub di setiap klas agar dapat terus memantau kegiatan para pelajar saat di luar sekolah," jelas Julkhairi.

Lain halnya Pimpinan Yayasan Al-Manar OK Imam Hidayat memberikan pernyataan tegas kepada pelajar yang terlibat geng motor dan pelaku begal akan langsung dikeluarkan dari sekolah.

"Kalau saja ada pelajar terindikasi terlibat dengan geng motor, pelajar tinggal memilih sekolah yang lain dari kami harus pindahkan. Karena jelas itu dapat merusak nama baik sekolah," sebut Pimpinan Yayasan Al-Manar OK Iman Hidayat.

Sementara sekolah PAB 5 Desa Klumpang Kebun kedatangan ‎- Briptu Ahmad Rizki Fauzi S.Pd., M.Psi (Tim Cegah Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri) dan Briptu Fitrah P S.H (Tim Cegah Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri).

Saat kegiatan mereka mewanti-wanti agar jangan terikut oleh kegiatan geng motor dan begal.(chan) 

Baca Juga
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini