PENGAWAL.ID | MEDAN - Jovita (8) dianggap anak pemberani dengan teman seumurannya. Bocah cilik tersebut bersekolah di SD Harapan Bangsa Jalan ABRI Masuk Desa (AMD), Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Minggu (25/1/2026).
"Mak! Aku bercita-cita jadi polisi biar nangkap pencuri," ucap Jovita yang ditirukan Susana (46) kepada Pengawal.Id.
Namun Susana yang merupakan ibunya Jovita, mencagili Jovita dengan mengatakan, kalau menjadi polisi harus berani dan tidak boleh menangis.
"Mau jadi polisi harus berani dan tak boleh menangis," ucap Susana sembari menoleh Jovita.
Menurut ayah Jovita, Dalvan (53) dirinya pun terkejut dengan kejadian yang dialami Jovita. Dia tidak menyangka aksi yang dilakukan anak perempuannya.
Dengar khabar dari telepon kejadian yang menimpa Jovita saya sangat khawatir. Sehingga tanpa pikir panjang saya langsung pulang ke rumah," sebut Dalvan terbata-bata.
Dalvan (53) bercerita kalau keseharian anaknya, Jovita selalu ditinggal seorang diri di rumah.
"Saya bekerja sebagai sales sparepart elektronik. Dan ibunya bekerja juga sehingga waktu kami banyak di luar rumah," ucap Dalvan kepada wartawan.
Banyak nitizen terpukau dan kasihan melihat aksi keberanian Jovita terekam CCTV (Closed Circuit Television) yang beredar di media sosial yang mengejar sang pencuri hingga dirinya terseret hingga puluhan meter.
Bahkan Kepling XXII Kelurahan Rengas Pulau, Ahoei terkagum-kagum dengan keberanian Jovita yang dianggap luar biasa.
"Salut buat anak perempuan ini. Tak takut mengejar pencuri. Moga-moga Jovita sukses masa depannya," sebut Ahoei kepada awak media.
Info terkini disebut-sebut pihak Polda Sumut telah menangkap pelaku penyeretan dan pencurian hape Jovita siswi SD di Marelan.(chan)


