Sepekan Berlalu, Pelaku Penyeretan Siswi SD di Marelan Masih Diburon

Editor: S Chaniago author photo
Bagikan:
Komentar

PENGAWAL.ID | MEDAN - Sepekan berlalu sejak aksi pencurian disertai penyeretan terhadap seorang siswi sekolah dasar di Medan Marelan, Kota Medan. Namun hingga kini, pelaku belum tertangkap. Pengungkapan kasus ini memicu pertanyaan nitizen di berbagai media sosial (medsos) terhadap kinerja aparat kepolisian, meski kasus tersebut menjadi atensi Polda Sumatera Utara, Senin (19/1/2026).

Korban adalah Bunga (9), siswi SD Harapan Bangsa, yang menjadi korban pencurian telepon genggam di rumahnya di Jalan AMD (ABRI Masuk Desa) Gang Prabot, Lingkungan XXII, Kelurahan Rengas Pulau. Tak hanya kehilangan barang, korban nyaris kehilangan nyawa setelah diseret sepeda motor pelaku sejauh puluhan meter.

Peristiwa tersebut menyisakan trauma mendalam bagi korban. Hingga kini, Bunga masih mengalami ketakutan berlebih dan enggan berinteraksi dengan orang asing. Padahal sebelumnya, ia dikenal sebagai anak yang ceria, aktif, dan mudah bergaul.

Ironisnya, meski korban adalah anak di bawah umur dan aksi pelaku tergolong brutal, pelaku belum juga berhasil diringkus. Kondisi ini memunculkan keresahan di tengah masyarakat Marelan yang menilai keberadaan pelaku di luar sana menjadi ancaman serius.

“Pelaku pencurian ini jelas sadis. Korbannya anak kecil dan diseret di jalan. Kalau belum tertangkap juga, ini bisa terulang ke anak atau warga lain,” kata Charlie warga setempat, yang diamini Akui Saikong dan sejumlah warga lainnya.

Warga menegaskan mereka mendukung aparat kepolisian, namun berharap dukungan tersebut dibalas dengan langkah konkret dan hasil nyata. Mereka meminta polisi tidak hanya menjadikan kasus ini sebagai atensi di atas kertas, tetapi benar-benar menuntaskannya.

Diketahui, kejadian bermula saat pelaku masuk ke dalam rumah korban. Saat itu, Bunga sedang berada di kamar mandi, sementara telepon genggamnya tergeletak di atas meja. Aksi pencurian tersebut diketahui korban sesaat setelah ia keluar dari kamar mandi.

Menyadari aksinya ketahuan, pelaku langsung kabur. Bunga sempat memohon agar telepon genggamnya tidak diambil.

“Bang! Bang! , hape aku tolong jangan diambil,” ujar korban dengan suara memelas.

Namun, pelaku justru memilih kabur. Ia menaiki sepeda motornya dan langsung tancap gas. Bunga yang berusaha mempertahankan barang miliknya spontan memegang besi belakang sepeda motor tersebut. Tubuh kecilnya pun terseret di aspal hingga mengalami luka lecet di hampir seluruh bagian tubuh.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku belum juga ditangkap. Publik kini menunggu keseriusan aparat penegak hukum dalam mengungkap kasus ini, sekaligus mengembalikan rasa aman bagi warga Marelan, terutama anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan.

Konfirmasi kepada Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan SIK SH MH belum menuai hasil. Chatingan whatsapp kepada Perwira tiga melati dipundak tersrbut terkait pencurian telepon genggam tersebut belum dijawab. (pe) 

Baca Juga
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini