Andreas Pandapotan Purba Tampung Keluhan Warga, Normalisasi Drainase dan Bansos Jadi Topik Hangat

Editor: susilo author photo
Bagikan:
Komentar

PENGAWAL | MEDAN - Anggota DPRD Fraksi Partai Gerindra Kota Medan Andreas Pandapotan Purba S.Ak (APP) menggelar Reses ke V masa sidang ke II Tahun 2026 di tiga Kecamatan yakni Kecamatan Medan Deli, Kecamatan Medan Timur dan Kecamatan Medan Perjuangan, Sabtu (21/02/2026) siang hingga sore. 

Dilokasi pertama selain permasalahan drainase, satu persoalan yang menjadi sorotan yakni terkait dengan lahan kosong yang sejak dulu difungsikan sebagai lapangan sepakbola, kini tampak tidak terawat. 

Ia meminta pihak PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) berkenan memperbaiki lapangan bola bengkel di Jalan Empat lingkungan 6, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur. Keberadaan lapangan sangat dibutuhkan warga sebagai sarana olahraga dan fasilitas lainnya.

“Kita berharap pihak PT KAI memperbaiki lapangan bola tersebut sehingga dapat difungsikan warga untuk fasilitas umum terutama sarana olahraga,” pinta Andreas. 

Masih kata pria yang akrab disapa APP ini, terhadap Lurah setempat bersama tokoh masyarakat agar berkoordinasi melakukan pertemuan dengan pihak PT KAI guna mencari solusi.

[cut]

“Yang pasti masyarakat bukan untuk memiliki sebagai hak. Tetapi hanya memanfaatkan lapangan sebagai sarana umum daripada terlantar seperti saat ini,” ujar APP.

Untuk itu kata APP, pihaknya siap memfasilitasi untuk dilakukan pertemuan antara warga dengan pihak PT KAI.

“Daripada terlantar, lapangan bola hendaknya dimanfaatkan sarana olahraga dan kegiatan positif lainnya,” sebut politisi termuda di DPRD Medan ini.

Pernyataan APP sekaligus menyikapi keluhan Mery Kristina Silalahi, warga setempat. Dimana kata Mery, saat ini lapangan bola Bengkel terlantar ditumbuhi semak belukar. Warga pun tidak berani memperbaiki karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Miris juga kita lihat anak-anak bermain bola di jalanan. Padahal ada lapangan luas terlantar disampingnya. Alangkah baiknya lapangan tersebut difungsikan,” harap Mery. 

[cut]

Sementara itu Lurah Pulo Brayan Bengkel Yuda Ariyanto diacara yang sama mengatakan bahwa dirinya juga sudah pernah berupaya menemui pihak PT KAI pada 2 tahun lalu namun tidak membuahkan hasil.

Melalui reses, Yuda berharap kepada APP ke depan dapat memfasilitasi kepada pihak PT KAI agar dapat memberikan lapangan sebagai fasilitas umum.

“Lapangan itu sangat berguna dijadikan lapangan olahraga dan tempat kegiatan lainnya. Juga kita harapkan dapat difungsikan tempat pelaku UMKM mengembangkan usahanya,” ungkap Yuda.

Diakhir acara, APP menyampaikan seluruh aspirasi warga akan ditabulasi dan nantinya disampaikan kepada Pemko Medan.

“Aspirasi akan terus saya tindaklanjuti guna percepatan realisasi,” ucap APP selaku legislator muda yang masih lajang itu. 

[cut]

Berbeda dengan lokasi kedua yang terletak di jalan Gunung Emas (Bukit Barisan) Lingkungan 8 Kelurahan Glugur Darat II Kecamatan Medan Timur, warga konsen dengan permasalahan kebersihan yang kerap mengganggu. 

Menurut Sehati Manulang, sampah yang berasal dari para pedagang sekitar jalan tersebut sangat mengganggu dan menyebabkan sarang nyamuk. 

"Sampah para pedagang sekitar ini sangat mengganggu. Banyak yang di buang diparit dan membuat parit sumbat, ditambah lagi kondisi parit disini semua tertutup. Bangunan permanen semua tidak ada yang memperhatikan parit, semua egois dan menutup semua saluran parit. Sehingga, sulit untuk membersihkan karena tidak adanya akses. Kami harap dari Pak Dewan untuk membantu kami memberikan solusi, sarana dan prasarana agar kami semua dapat hidup nyaman atas lingkungan tempat tinggal kami," harapnya. 

Menanggapi hal itu, Andreas pun berjanji akan mengusulkan kepada Pemko Medan untuk dilakukan nya normalisasi drainase dengan melaksanakan pembersihan sampah. 

"Bapak dan ibu, saya akan sampaikan dan usulkan ke Pemko Medan terkait masalah ini. Tetap kuncinya adalah kesadaran diri sendiri, bapak/ibu harus dapat menjaga kebersihan dan jangan pernah membuang sampah sembarangan, karena yang susah nantinya adalah bapak dan ibu sendiri. Mari kita sama-sama menjaga lingkungan kita, dimulai dari diri sendiri," ajaknya.

Acara Reses tersebut berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Turut hadir perwakilan Kelurahan dan Kecamatan dari tiap-tiap lokasi Reses. Para masyarakat terlihat antusias dan acara diakhiri dengan sesi foto bersama serta pembagian makanan dan seminar kit. (sus)

Baca Juga
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini