PENGAWAL.ID | MEDAN - Teror diduga dilakukan salah satu pentolan geng motor Uyod Area pasca tewasnya Deni AS (22), yang disebut sebagai panglima kelompok tersebut, dalam tawuran berdarah antar geng motor di kawasan Jalan Veteran, Kecamatan Labuhan Deli.
Korban diketahui merupakan warga Jalan Istiqomah. Insiden maut itu terjadi pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, tepatnya di depan Universitas Al Azhar, Pasar 8, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli.
Menurut informasi yang dihimpun, bentrokan antar kelompok geng motor berlangsung brutal. Kedua kubu disebut saling menyerang dengan menggunakan senjata tajam dan tombak hingga menimbulkan korban jiwa di lokasi kejadian.
Deni AS dilaporkan tewas di tempat setelah mengalami luka bacok di bagian dada.
Namun, kematian Deni rupanya memicu buntut panjang. Seorang pria berinisial Taufik S alias Beje (26), yang disebut-sebut sebagai salah satu petinggi atau pentolan geng motor Uyod Area, melontarkan ancaman dan teror kepada Kepling 26 Tanjung Mulia bernama Zun.
Teror itu disampaikan melalui akun media sosial yang disebut menggunakan nama IG: taufiksyhputra.
Dalam narasi yang beredar, Beje menuding Kepling Zun telah memprovokasi warga. Padahal, menurut keterangan yang berkembang di tengah masyarakat, Zun selama ini hanya mengimbau warga agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dari ancaman aksi geng motor yang semakin meresahkan.
Situasi ini membuat keresahan warga kian memuncak. Bukan hanya karena aksi tawuran yang menelan korban jiwa, tetapi juga karena dugaan intimidasi terbuka terhadap aparat lingkungan.
Diduga Kerap Berpindah dan Punya Rekam Jejak Meresahkan
Berdasarkan penelusuran informasi di lapangan, Beje disebut pernah tinggal di kawasan Pasar 4, Kelurahan Mabar Hilir. Namun, karena diduga kerap terlibat dalam aktivitas kriminal, ia disebut tidak menetap dan sering berpindah-pindah lokasi.
Saat ini, pria tersebut disebut-sebut berada di sekitar Pasar 7, Desa Manunggal, hingga kawasan Kelurahan Tanah Enam Ratus, Medan Marelan.
Tak hanya itu, dari informasi yang berkembang di tengah masyarakat, Beje juga diduga memiliki rekam jejak yang meresahkan warga. Ia bahkan disebut-sebut memiliki pengaruh kuat dalam jaringan kelompok geng motor di wilayah Mabar Hilir dan Labuhan Deli.
Muncul pula dugaan bahwa yang bersangkutan terlibat dalam pengendalian penjualan sepeda motor hasil curian di sejumlah kawasan tersebut. Meski demikian, dugaan ini tentu masih memerlukan pembuktian dan penindakan resmi dari aparat penegak hukum.
Warga Desak Polisi Bertindak Cepat
Kondisi ini memantik desakan keras dari masyarakat agar aparat kepolisian tidak lagi sekadar memantau, melainkan segera bertindak tegas.
Warga meminta Polsek Medan Labuhan dan jajaran kepolisian terkait segera memburu serta menangkap Taufik S alias Beje yang dianggap telah menebar ketakutan di tengah masyarakat.
“Gimana negara ini mau aman. Sekelas geng motor aja tak bisa diselesaikan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian terkait dugaan teror tersebut maupun perkembangan penyelidikan atas kasus tawuran maut yang menewaskan Deni AS.
Kasus ini kembali menjadi tamparan keras bagi aparat dan pemerintah daerah. Di saat warga ingin hidup tenang, geng motor justru semakin berani unjuk kuasa, menebar teror, dan menantang hukum secara terbuka.
Jika tidak segera ditindak, bukan tidak mungkin aksi brutal serupa akan terus berulang dan memakan korban berikutnya.(pe)


