PENGAWAL | MEDAN - Kader Partai Nasdem Sumatera Utara menggelar orasi aksi kecam pemberitaan Majalah Tempo edisi 13-19 April 2026 yang dinilai telah menghina Ketua Umum NasDem Surya Paloh dan Partai NasDem, Selasa (14/4) di halaman kantor DPW Nasdem Sumut.
Orasi yang dipimpin Ketua DPW NasDem Sumut Iskandar ST juga dihadiri sejumlah kader NasDem di antaranya Bendahara Iqbal Simangunsong ; Ketua Bappilu Sumut Salman Ginting ; Anggota Fraksi NasDem DPRD Sumut Rahmasyah Sibarani, Ricky Anthony dan anggota Fraksi DPRD Medan NasDem Afif Abdillah Antonius Tumanggor.
"Kami menerima aspirasi seluruh kader di Sumut yang mengecam pemberitaan Tempo karena merusak, mengganggu dan merendahkan harkat martabat Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh," ujar Iskandar.
"Apa yang dituliskan dalam berita itu adalah berdasarkan opini dan ilusi. Pada cover Majalah Tempo (edisi 13-19 April 2026-red) juga dimuat gambar karikatur ketua umum kami Bapak Surya Paloh yang sangat menghina. Maka bagi kami Majalah Tempo adalah sampah," lanjut Iskandar.
Iskandar menegaskan, bagi NasDem Surya Paloh tidak hanya sekadar ketua umum tetapi juga orangtua bagi seluruh kader Partai NasDem.
"Bagaimana jika orangtua kita dihina. Tentu kita marah. Maka kami menegaskan apa yang diberitakan Majalah Tempo itu adalah tidak benar karenanya patut dibuang ke tempat sampah," kata Iskandar
NasDem tegas Iskandar, mengultimatum Majalah Tempo untuk segera menarik peredaran majalah edisi 13-19 April 2026 dan melakukan klarifikasi di edisi berikutnya. Kemudian NasDem juga mendesak Majalah Tempo untuk meminta maaf yang dimuat di medianya maupun di beberapa media nasional.
"Untuk somasi ke Tempo ni akan dilakukan DPP Nasdem. Kalau majalah Tempo tidak menyatakan permintaan maafnya, maka kami pastikan kader NasDem akan terus melakukan aksi di seluruh Indonesia," kata Iskandar.
Ditanya terkait merger, Iskandar menyatakan bahwa dalam Partai Politik yang ada hanya koalisi. Dan kalaupun nanti ada koalisi permanen maka itu sah-sah saja, namun hal itu belum ada pembicaraan apalagi terkait Nasdem akan dilebur atau dibeli oleh pihak-pihak lain.
"Yang ada itu Nasdem didirikan untuk memperjuangkan hak-hak rakyat. Bukan untuk diperjual belikan. Kita tidak setuju kata-kata merger tapi kalau koalisi kita terbuka lebar," ungkapnya.
Sementara terkait hijrahnya kader NasDem ke PSI, Iskandar menegaskan, bahwa yang pindah itu hanyalah segelintir orang. Dan mereka yang pindah itu, jelas Iskandar, adalah yang selama ini hanya menjadi beban bagi Partai NasDem.
"Kader-kader terbaik kami adalah yang setia kepada NasDem. Setia kepada Surya Paloh. Yang pindah itu adalah yang selama ini hanya menjadi beban NasDem," tegas Iskandar.
Iskandar juga menambahkan, jika pun nanti ada suksesi ketua umum, yang paling layak adalah Penanda Surya Paloh. "Tidak ada yang lain. Yang paling layak adalah Prananda,"kata Iskandar. (sus)
Teks
Kader Partai Nasdem Sumatera Utara menggelar orasi aksi kecam pemberitaan Majalah Tempo edisi 13-19 April 2026 yang dinilai telah menghina Ketua Umum NasDem Surya Paloh dan Partai NasDem, Selasa (14/4) di halaman kantor DPW Nasdem Sumut.


