Kepling 22 Tanjung Mulia Korban Begal, Begini Ceritanya

Editor: S Chaniago author photo
Bagikan:
Komentar


PENGAWAL.ID | MEDAN - Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak. Keamanan di Kecamatan Medan Deli kembali dipertanyakan. Kali ini, korban bukan warga biasa. Kepala Lingkungan (Kepling) 22 Kelurahan Tanjung Mulia, Iwan, justru menjadi sasaran kebrutalan jalanan yang kian tak terkendali.

Peristiwa itu terjadi pada pagi 8 April 2026 di Jalan Pendidikan, kawasan Metal. Dua pelaku berboncengan sepeda motor menghadang korban. Salah satu dari mereka mengacungkan parang panjang—ancaman yang tak memberi ruang negosiasi. Dalam hitungan detik, sepeda motor Honda BK 3567 AME warna hitam-merah milik korban raib dibawa kabur.

Tak ada perlawanan berarti. Situasi berlangsung cepat, terukur, dan menunjukkan pola kejahatan yang bukan lagi sporadis, melainkan terorganisir.

Insiden ini bukan kasus tunggal. Dalam radius sekitar satu kilometer, pembegalan kembali terjadi di dekat TPU Jalan Purwosari. Polanya serupa: pelaku lebih dari satu orang, bersenjata tajam, dan menyasar suami istri di waktu pagi hari. Fakta ini mempertegas satu hal—Medan Deli sedang menghadapi eskalasi kejahatan jalanan. Keberadaan pihak Kepolisian dipertanyakan? 

Perdebatan pun mencuat. Sebagian warga mendesak pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling). Namun, suara lain mempertanyakan efektivitas langkah tersebut di tengah pola kejahatan yang semakin agresif.

Catatan kelam ini sejatinya bukan hal baru. Beberapa tahun lalu, ustaz Parentah Lubis menjadi korban kebiadaban serupa di kawasan tanjakan tol menuju Pasar 3, Kelurahan Mabar Hilir. Saat itu, pelaku nyaris memutus tangan korban dengan senjata tajam ketika hendak mengisi ceramah Subuh di bulan Ramadan.

Rentetan peristiwa ini menunjukkan satu benang merah: pelaku begal tidak lagi memilih korban. Siapa pun bisa menjadi target—bahkan aparat lingkungan yang selama ini menjadi ujung tombak pemerintahan di tingkat paling bawah.

Pertanyaannya kini bukan sekadar siapa berikutnya, tetapi sejauh mana negara hadir. Tanpa langkah konkret dan terukur, siskamling hanya akan menjadi simbol lama yang dipaksa hidup kembali di tengah ancaman baru yang jauh lebih brutal.(chan) 

Baca Juga
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini