PENGAWAL. ID | MEDAN - Ribuan masyarakat kawasan Medan Marelan terkhusus komplek Wijaya di Jalan Swadaya ujung, Kelurahan Rengas Pulau, Medan Marelan, Kota Medan meminta wakil rakyatnya bersuara.
"Mereka (legislator) tidur nyenyak karena pajak rakyat. Wajar dong! Kalau Kita meminta agar mereka bersuara kepada PLN (Perusahaan Listrik Negara) terkait pemadaman sepihak," ucap Charlie.
Masyarakat berharap agar anggota DPRD Kota Medan ataupun DPRD Sumut menyuarakan keluhan rakyatnya.
"Jangan ketika Legislator memerlukan suara warga, baru mereka datang. Bahkan rela menunggu ketika warga sedang membuang kotorannya," sindir Charlie.
Akibat pemadaman listrik oleh PLN banyak warga dan pengusaha terganggu. Sehingga PLN dianggap sebagai biang persoalan rusaknya perekonomian.
"Listrik padam tentunya pekerjaan warga menjadi terkendala bahkan akibatnya pemadaman dapat sangat merugikan pengusaha," beber Charlie.
Penelusuran awak media Tony (38) warga Komplek Wijaya Jalan Swadaya Ujung kulkas dan AC-nya rusak.
Lainya halnya Aguan (63) beberapa bola lampunya rusak akibat lampu padam berulangkali.
Terpisah, karena gelap akibat listrik padam, seorang Lansia di komplek Grand Residen terjatuh di depan rumahnya.
Senin (8/6/2026) dari pukul 13.00 hingga 16.00 WIB lampu padam. Pukul 16.00 lewat dikit, lampu hidup hingga pukul 17.00 WIB. Dan mati kembali.
Dan listrik kawasan Kelurahan Rengas Pulau kembali hidup pada pukul 19.50 WIB.(chan)


