Didampingi Jurnalis KSJ, Bayu Bocah SMP Bakal Laporkan Dugaan Pencurian 5 Bebek ke Polisi

Editor: S Chaniago author photo
Bagikan:
Komentar


PENGAWAL.ID | MEDAN - Masih ingat kisah Bayu (13), siswa kelas I SMP (Sekokah Menengah Pertama) swasta yang beternak bebek di kawasan Mabar Hilir, Medan Deli, kembali mencuat. Bocah yang tinggal di Jalan Suasa Selatan, Gang Budidaya, Pasar 3, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli itu berencana melaporkan dugaan pencurian lima ekor bebek miliknya kepada polisi, Senin (8/9/2026) 

Bayu disebut bakal didampingi sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) untuk membuat laporan resmi terkait hilangnya hewan peliharaan yang selama ini dirawatnya.

Kasus tersebut mencuat setelah Bayu mendapatkan informasi mengenai keberadaan lima bebek miliknya yang diduga telah dijual kepada seorang pedagang ayam potong bernama Igun (33) seharga Rp150 ribu.

Keterangan tersebut menjadi salah satu informasi yang tengah dikumpulkan Bayu sebelum membawa persoalan itu ke aparat penegak hukum.

Bayu juga mengaku masih berupaya mencari orang yang diduga mengambil bebeknya. Menurut pengakuannya, orang tersebut kerap terlihat nongkrong di sekitar Kelurahan Mabar Hilir.

"Dia sering duduk di depan Gang Cilik Pasar 4, Mabar Hilir, ada tatto di lengan kirinya Om," ujar Bayu.

Menurut Bayu, sebelum lima bebeknya hilang, ia sempat melihat sekelompok orang berjalan di samping kandang bebek miliknya.

Tak hanya bebek, Bayu mengaku sebelumnya juga pernah kehilangan sepeda. Pengalaman tersebut membuat bocah itu semakin berharap kasus kehilangan hewan peliharaannya dapat segera terungkap.

Sementara itu, Igun membantah sebagian informasi mengenai lima bebek tersebut. Ia menyebut dua ekor bebek yang dibelinya telah mati karena bagian kepalanya diduga dimakan tikus.

Bayu yakin betul kalau bebek di dalam kandang penjual ayam Igun adalah miliknya dengan ada tanda terkhusus.

Keterangan Igun tersebut nantinya diharapkan dapat membantu aparat kepolisian mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi, termasuk memastikan asal-usul lima ekor bebek yang disebut milik Bayu.

Bayu sendiri masih berharap bebek-bebeknya dapat kembali, meski hewan tersebut diduga sudah tidak ada.

Dengan pendampingan jurnalis KSJ, Bayu berencana membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. Laporan kepada polisi diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk mengungkap siapa yang sebenarnya mengambil lima ekor bebek miliknya.

Kisah Bayu menjadi gambaran getir tentang seorang anak yang berusaha mandiri di tengah keterbatasan. Uang jajan yang seharusnya digunakan untuk keperluan sehari-hari justru disisihkan sedikit demi sedikit untuk beternak.

Kini, lima ekor bebek yang dipeliharanya selama berbulan-bulan menjadi barang yang dipersoalkan setelah diduga berpindah tangan melalui transaksi dengan pihak lain.

Peristiwa tersebut diharapkan mendapat perhatian serius agar hak Bayu atas ternaknya dapat dipastikan. Terlebih, upaya yang dilakukan bocah tersebut menunjukkan tekad untuk membantu keluarganya sekaligus membiayai kebutuhan sekolahnya.

Hingga berita ini ditulis, dugaan pencurian tersebut masih merupakan laporan dari pihak Bayu dan belum terdapat putusan atau penetapan hukum terhadap pihak mana pun. Polisi diharapkan dapat melakukan penyelidikan berdasarkan bukti dan keterangan para pihak untuk mengungkap perkara tersebut secara terang.(chan) 

Baca Juga
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini