Tali Bendera Putus, Seorang Pelajar Naik ke Tiang—Aksinya Bikin Semua Terdiam

Editor: Tim Redaksi author photo
Bagikan:
Komentar

PENGAWAL | PANAI HILIR — Momen haru sekaligus heroik terjadi saat upacara Detik-Detik Proklamasi dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, pada 17 Agustus 2026. Suasana upacara yang berlangsung khidmat mendadak berubah ketika tali bendera Merah Putih mengalami putus saat proses pengibaran.

Melihat kondisi tersebut, Hendrik Lubis, siswa SMA Negeri 1 Panai Hilir, tanpa ragu mengambil tindakan. Dengan keberanian dan kepedulian yang tinggi, Hendrik memanjat tiang bendera untuk memperbaiki tali yang terputus. Aksinya dilakukan secara spontan tanpa menunggu perintah, demi memastikan Sang Merah Putih tetap dapat dikibarkan dalam upacara peringatan kemerdekaan.

Keberanian Hendrik mendapat apresiasi dari Dandim 0209/Labuhanbatu Letkol Kav Hanung Kaptiaji, S.Sos., M.I.P. Sebagai bentuk penghargaan atas aksi heroik tersebut, Dandim memberikan piagam penghargaan dan satu set perlengkapan sekolah kepada Hendrik Lubis, yang diserahkan oleh Danramil 03/SB Mayor Inf Chrisman Limbong, S.I.P., didampingi Batituud Koramil 03/SB Serma Suritno, di Kantor Koramil 03/SB.

Penghargaan tersebut bukan sekadar pemberian bingkisan, tetapi menjadi bentuk penghormatan atas keberanian, kepedulian, dan jiwa patriotisme yang ditunjukkan seorang pelajar. Aksi Hendrik dinilai menjadi contoh positif bagi generasi muda bahwa semangat cinta Tanah Air dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, bahkan dalam situasi yang tidak terduga.

Dari seorang pelajar, kita belajar bahwa patriotisme tidak selalu lahir dari pangkat maupun jabatan. Terkadang, patriotisme hadir dari keberanian seorang anak muda yang tidak ingin Merah Putih berhenti berkibar. Berani bertindak, peduli kepada negeri, dan Merah Putih tetap di hati. (Sumber: Pendim 0209/LB)

Baca Juga
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini