Jalan Menuju Pelabuhan Internasional Belawan Bak Kubangan Kerbau, PT Pelindo Disorot

Editor: S Chaniago author photo
Bagikan:
Komentar


PENGAWAL.ID | BELAWAN - Wajah Pelabuhan Internasional Belawan sebagai salah satu pintu gerbang logistik nasional kini dipertanyakan. Jalan utama menuju kawasan pelabuhan justru dipenuhi lubang-lubang, bergelombang, dan membahayakan pengguna jalan, Selasa (7/4/2026).

Kondisi ini dinilai ironis. Sebab, pelabuhan yang menyandang label internasional semestinya ditopang infrastruktur jalan yang layak, kokoh, dan aman untuk arus kendaraan berat maupun aktivitas distribusi barang.

Pantauan di lapangan, kerusakan jalan terlihat mulai dari simpang Kampung Salam Belawan, tepatnya di sekitar depan SPBU, hingga sejumlah titik menuju kawasan pelabuhan. Permukaan jalan tampak rusak parah dengan lubang-lubang yang menyerupai kubangan kerbau.

Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi mobilitas barang dan jasa itu kini justru berubah menjadi ancaman bagi pengendara.

Sorotan tajam pun mengarah ke PT Pelindo sebagai pihak yang dinilai tidak bisa lepas tangan terhadap kondisi akses utama menuju pelabuhan tersebut.

Label pelabuhan internasional yang selama ini digaungkan dinilai berbanding terbalik dengan realitas di lapangan. Di tengah lalu lintas kendaraan logistik yang padat setiap hari, jalan menuju pelabuhan justru dibiarkan rusak tanpa penanganan yang terlihat nyata.

Lebih tragis, jalan berlubang itu disebut telah memakan korban jiwa.

Seorang warga bernama Budi (39), warga Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, dilaporkan meninggal dunia usai mengalami kecelakaan saat diduga berupaya menghindari lubang di badan jalan.

Peristiwa itu mempertegas bahwa kerusakan jalan di kawasan Pelabuhan Belawan bukan lagi sekadar persoalan kenyamanan, melainkan sudah masuk kategori membahayakan nyawa.

Hingga kini, belum tampak adanya perbaikan signifikan di sejumlah titik jalan rusak tersebut. Kondisi itu memunculkan kesan adanya pembiaran terhadap kerusakan akses vital menuju salah satu kawasan strategis ekonomi di Sumatera Utara.

Padahal, kelancaran akses jalan menuju pelabuhan merupakan faktor mendasar dalam mendukung distribusi logistik, aktivitas ekspor-impor, serta perputaran ekonomi daerah dan nasional.

“Jalan Pelabuhan Internasional Belawan adalah marwah bangsa Indonesia. Jalan itu juga menjadi urat nadi perekonomian nasional, Sumatera Utara, terkhusus pendapatan Kota Medan,” ujar Herman (53), warga Medan Deli, saat dimintai tanggapan.

Menurut warga, buruknya kondisi jalan di kawasan pelabuhan tidak hanya mencoreng wajah Belawan, tetapi juga memperlihatkan lemahnya perhatian terhadap infrastruktur dasar di kawasan yang seharusnya menjadi prioritas nasional.

Jika dibiarkan berlarut, kerusakan jalan itu bukan hanya berpotensi menambah korban kecelakaan, tetapi juga menghambat efisiensi arus barang dari dan menuju pelabuhan.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Pelindo terkait kondisi jalan berlubang di akses menuju Pelabuhan Internasional Belawan maupun rencana penanganannya.

Masyarakat kini menunggu langkah konkret, bukan sekadar label internasional yang megah di atas papan nama, sementara akses jalannya justru hancur dan mematikan. (chan) 
















Baca Juga
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini