Acara berlangsung meriah dan dihadiri ratusan undangan masyarakat dari berbagai lapisan seperti masyarakat adat, kelompok agama, pemuda dan mahasiswa.
Pada kesempatan tersebut, Antonius mengenakan pakai khas Pakpak Bharat. Dalam sambutannya, Antonius berjanji, pada setiap pelaksanaan acara serupa akan menggunakan pakaian tradisional dari berbagai daerah.
"Untuk acara pertama pelaksanaan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan ini saya menggunakan pakaian khas Pakpak Bharat dan di lain waktu berganti dengan pakaian khas daerah lain," ujarnya.
Menurut Antonius, pakaian khas daerah yang dikenakannya menunjukkan keberagaman suku dan budaya bangsa Indonesia namun semuanya terikat kuat dalam bingkai Persatuan dan Kesatuan, sesuai dengan semboyan bangsa Indonesia yaitu "Bhinneka Tunggal Ika".
[cut]
Dalam penjelasannya, Antonius mengajak masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 45 dimulai dari kehidupan sehari-hari di dalam keluarga dan lingkungan.
Antonius mencontohkan agar warga menggiatkan gotong royong, tidak hanya dalam menjaga kebersihan, tapi juga keamanan lingkungan. Menurutnya, sebagai budaya warisan leluhur bangsa, gotong royong memiliki makna yang sangat penting.
Selain membuat pekerjaan menjadi lebih ringan, lanjut Antonius, gotong juga menjadi sarana untuk menjalin silaturahmi di antara warga. "Jadi gotong royong merupakan salah satu implementasi dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, karena ," ujarnya.
Tidak hanya dalam menjaga kebersihan, Antonius juga mengajak warga untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, terutama dari paparan narkoba.
"Kebersihan dan keamanan menjadi prioritas Pemko Medan untuk sama-sama kita jaga. Apakah kita semua siap untuk gotong royong menciptakan kebersihan dan keamanan lingkungan kita!!," ajak Antonius yang disambut serentak warga, "Siapp!!,".
[cut]
Menurut politikus Partai Nasdem ini, Pancasila merupakan harga mati yang harus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Indonesia berdiri di atas keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa sehingga semangat persatuan serta gotong royong harus terus dirawat oleh seluruh elemen masyarakat.
“Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi ideologi bangsa yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Nilai-nilai luhur Pancasila harus diwariskan kepada generasi muda agar memiliki karakter kebangsaan yang kuat dan tidak mudah terpengaruh paham yang bertentangan dengan jati diri bangsa,” tegas Antonius.
Antonius berharap kegiatan Wasbang dapat semakin meningkatkan rasa nasionalisme masyarakat, memperkuat persatuan, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah keberagaman yang ada.
Sementara itu, narasumber kegiatan, mantan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan, Drs. Alboin Sidauruk, mengajak masyarakat untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air yang dimulai dari lingkungan terdekat.
“Mencintai Indonesia dimulai dari mencintai daerah, lingkungan, keluarga, hingga diri sendiri. Hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya merupakan wujud nyata kecintaan terhadap bangsa,” katanya.
Alboin menjelaskan, Pancasila merupakan kristalisasi nilai, karakter, dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang digali dari budaya Nusantara. Karena itu, Pancasila harus menjadi pedoman dalam menjaga persatuan, keadilan sosial, dan kesejahteraan bersama.
[cut]
Menurutnya, di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, wawasan kebangsaan memiliki peran penting sebagai benteng dalam menyaring berbagai pengaruh dan ideologi asing yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
Ia juga mengingatkan pentingnya empat konsensus dasar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pilar utama kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Tujuan utama Wasbang adalah memperkuat rasa cinta tanah air, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta menjaga persatuan dan keutuhan bangsa,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Camat Medan Barat, Maswan Harahap, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Wasbang yang digelar Antonius Tumanggor. Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat membutuhkan penguatan pemahaman mengenai nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Camat Medan Barat Erwin Munthe, Lurah Sei Agul Ade Kurniawan, para kepala lingkungan, Pengurus Siaga dan Sopo Restorasi Bersatu, pengurus DPC Partai NasDem Medan Barat, serta warga Kelurahan Sei Agul dan Kecamatan Medan Barat. (sus)
Baca Juga





