PENGAWAL.ID | SUMUT - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan penyalahgunaan dan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) solar bersubsidi yang diduga terjadi di kawasan Belawan.
Dalam aksi tersebut, massa menyoroti dugaan praktik penyimpangan distribusi solar subsidi yang diperuntukkan bagi nelayan tradisional, namun diduga justru dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk meraup keuntungan pribadi.
Koordinator aksi, Rizky, menyebut praktik tersebut telah berlangsung cukup lama dan berdampak langsung terhadap kehidupan nelayan kecil yang bergantung pada ketersediaan solar bersubsidi untuk melaut.
"Pak Kapolda, tolong selamatkan nelayan. Mereka semakin terpuruk akibat dugaan permainan mafia BBM bersubsidi. Hak nelayan harus dilindungi," teriak Rizky dalam orasinya di depan kantor Polda Sumut.
Menurut massa aksi, dugaan penyimpangan terjadi melalui penggunaan barcode penerima subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi nelayan tradisional. Namun, solar bersubsidi tersebut diduga dialihkan dan diperjualbelikan kembali melalui jaringan tertentu sehingga tidak tepat sasaran.
PMII juga mengungkap adanya dugaan pengangkutan solar subsidi menggunakan jeriken dan becak bermotor dari salah satu SPBU di kawasan Kampung Salam, Belawan. BBM tersebut kemudian diduga dibawa ke lokasi lain untuk diperjualbelikan kembali.
"Kami meminta aparat penegak hukum tidak menutup mata. Jika benar terjadi, ini merupakan kejahatan ekonomi yang merugikan negara sekaligus merampas hak masyarakat kecil, khususnya nelayan tradisional," ujar Rahmad Firdaus yang disahuti massa aksi.
Dalam tuntutannya, PMII meminta Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan jaringan mafia BBM subsidi, termasuk menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam distribusi ilegal tersebut.
Massa juga mendesak agar aparat mengusut dugaan keterlibatan cukong maupun oknum yang diduga memperoleh keuntungan dari praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Menurut mereka, apabila dugaan tersebut terus dibiarkan, maka program subsidi pemerintah yang bertujuan membantu masyarakat kecil tidak akan berjalan efektif dan justru menjadi ladang keuntungan bagi segelintir pihak.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak SPBU yang disebut dalam aksi maupun dari Polda Sumut terkait tuntutan yang disampaikan massa. Namun para demonstran berharap aparat segera mengambil langkah konkret guna memastikan distribusi solar bersubsidi tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh nelayan yang berhak menerimanya.(chan)


