PENGAWAL.ID | MEDAN - Kasus pencurian yang menyasar puluhan kios dan lapak pedagang di Pasar Tradisional Marelan, Kota Medan, memunculkan pertanyaan serius terkait keamanan aset para pedagang. Nilai kerugian yang ditimbulkan disebut-sebut mencapai miliaran rupiah dan membuat banyak pemilik kios memilih meninggalkan lokasi usahanya.
Salah satu korban, Charlie (42) tahun, mengaku seluruh perlengkapan dagang miliknya yang tersimpan di dalam kios raib digondol pencuri. Ia mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat informasi dari rekan kerjanya, R. Chaniago, pada Rabu sore, (10 Juni 2026).
“Setelah Saya cek, kios telah dibobol pencuri. Dan sebelumnya telah banyak kios di dalam Pasar Tradisional Marelan habis dibongkar dan barang-barangnya hilang,” kata Charlie kepada wartawan, Sabtu (20/6/2026).
Menurut dia, sebelum rentetan pencurian terjadi, pernah datang seorang pria yang menawarkan jasa pengamanan kios kepada para pedagang. Namun tawaran itu ditolak karena identitas pria tersebut tidak dikenal.
Keterangan itu kini menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian para korban. Mereka menilai perlu ada penyelidikan lebih mendalam untuk mengungkap kemungkinan keterkaitan antara tawaran jasa keamanan tersebut dengan maraknya aksi pencurian yang kemudian terjadi.
Akibat kehilangan berbagai aset usaha, Charlie melaporkan kasus tersebut ke Polsek Medan Labuhan dengan nomor laporan LP/B/644/VI/2026/SPKT UNITRESKRIM/POLSEK MEDAN LABUHAN/POLRES PELABUHAN BELAWAN/POLDASU.
Dalam laporannya, barang-barang yang hilang antara lain dua unit pintu besi lipat enam daun, satu pintu tengah berbahan fiber, 40 lembar seng tempahan, 100 batang kayu broti, 200 rak besi cor, 10 batang pipa galvanis ukuran lima inci, 20 batang pipa UMP ukuran 10 inci, serta dua unit mesin pompa air merek Sanyo dan Shimizu.
Kerugian yang dialami Charlie saja ditaksir mencapai Rp100 juta. Jika dihitung dari puluhan kios dan lapak yang menjadi sasaran pencurian, total kerugian para pedagang diperkirakan menembus angka miliaran rupiah.
Para korban kini berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut. Selain menangkap pelaku, pedagang juga mendesak polisi mengungkap kemungkinan adanya pihak yang mengetahui atau terlibat dalam aksi pembongkaran massal kios-kios di pasar tersebut.
Hingga berita ini ditulis, penyelidikan masih berlangsung dan polisi.
Konfirmasi kepada Kapolsek Medan Labuhan Kompol Raja Napitupulu melalui layanan whatsappnya mengatakan.
"Masih tahap penyelidikan Pak!", singkat Kapolsek.(pe)


