PENGAWAL.ID | MEDAN – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara terus menuai sorotan. Meski pasokan BBM dilaporkan telah didistribusikan ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), antrean kendaraan di berbagai titik hingga kini masih berlangsung.
Di tengah kondisi tersebut, muncul kritik terhadap manajemen operasional di Depot Instalasi Medan Group Pertamina Labuhan. Sejumlah pihak menduga persoalan distribusi BBM tidak terlepas dari kebijakan internal yang dinilai berdampak pada kelancaran penyaluran.
Ketua Medan Utara Pers (MUP), Syahril Damanik, menilai Kepala Instalasi Pertamina Labuhan, Teddy, mengambil langkah yang dinilai kurang tepat, terutama terkait pemberhentian sekitar 20 Pegawai Elnusa Petrofin bergerak di bidang penyaluran distribusi BBM di istalasi Labuhan
Menurut Syahril, para awak muat tanki (AMT) yang selama ini bertugas di wilayah Sumatera Utara memiliki pengalaman serta pemahaman terhadap kondisi lapangan, termasuk jalur distribusi dan karakteristik SPBU di daerah tersebut.
"Seharusnya AMT yang sudah berpengalaman tetap diberdayakan karena mereka mengetahui kondisi lapangan dan jaringan distribusi BBM di Sumatera Utara. Kami menduga terganggunya distribusi BBM tidak terlepas dari kebijakan manajemen yang ada," ujar Syahril.
Selain itu, Syahril juga mempertanyakan adanya informasi mengenai pegawai dari Elnusa Lampung yang disebut-sebut dibawa untuk bertugas di Pertamina Labuhan. Ia juga menyoroti keterlibatan personel TNI dalam pengawasan distribusi BBM yang disebut dilakukan dengan alasan adanya dugaan penyimpangan oleh AMT.
Menurutnya, berbagai kebijakan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan memperoleh BBM.
Syahril meminta PT Pertamina melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM di Sumatera Utara, termasuk menelusuri penyebab utama masih terjadinya kelangkaan di lapangan.
"Kami meminta Pertamina melakukan evaluasi dan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap persoalan ini agar penyebab kelangkaan BBM dapat diketahui secara objektif dan masyarakat tidak terus dirugikan," katanya.
Ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah pusat, termasuk kementerian terkait, memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Menurutnya, jika hasil evaluasi menunjukkan adanya kesalahan manajemen, maka langkah tegas perlu diambil sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pertamina belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut maupun pengelola Depot Instalasi Medan Group Pertamina Labuhan untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi atas berbagai tudingan yang disampaikan.
Berita ini akan diperbarui setelah diperoleh tanggapan resmi dari pihak terkait sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.(pe)


