PENGAWAL | MEDAN - Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Portugal versus Kroasia yang digelar di BMO Field Stadium, Toronto Kanada, Jumat (3/7/2026) pukul 06.00 WIB.
Laga ini mempertemukan dua tim Eropa dengan karakter berbeda. Portugal datang dengan deretan pemain kelas dunia, sedangkan Kroasia kembali mengandalkan identitas mereka sebagai tim yang kerap tampil efektif di turnamen besar.
Portugal sebenarnya masuk ke Piala Dunia 2026 sebagai salah satu kandidat kuat. Namun, perjalanan mereka di fase grup belum sepenuhnya meyakinkan.
Skuad asuhan Roberto Martinez hanya finis sebagai runner-up Grup K. Hasil imbang tanpa gol melawan Kolombia menjadi bukti, bahwa Portugal masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang berat, terutama dalam menciptakan peluang saat menghadapi lawan yang disiplin.
"Laga ini menurut saya, adalah pertemuan tua-tua keladi dimana antara Christiano Ronaldo melawan Luca Modris yang memiliki usia mendekati 40 tahun. Artinya pertemuan tua-tua keladi," kata Ketua DPRD Medan, Drs Wong Chun Sen, S.P.d.B saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (1/7/2025).
Dikatakan, Cristiano Ronaldo tetap menjadi pusat perhatian di lini depan. Meski telah mencetak dua gol di turnamen ini, kedua gol tersebut lahir saat Portugal menghancurkan Uzbekistan 5-0. Tapi kehebatannya tak diragukan mengingat dukungan pemain dari lini tengah sangat mumpuni buat Ronaldo menciptakan gol ke gawang Kroasia.
Diakui dalam beberapa turnamen besar terakhir, performa Portugal juga kerap naik turun. Mereka gagal melangkah jauh di Piala Dunia 2018, tersingkir di babak 16 besar Euro 2020, kalah dari Maroko pada perempat final Piala Dunia 2022, lalu terhenti di perempat final Euro 2024.
"Tapi itu tak menjadi alasan buat Ronaldo cs untuk meraih point penuh dari anak asuh Zlatko Dalic tersebut,"ucap Wong.
Di sisi lain, Kroasia kembali menunjukkan kapasitas mereka sebagai tim turnamen. Meski sempat kalah 2-4 dari Inggris pada laga pembuka Grup L, tapi mereka bangkit dengan kemenangan atas Panama dan Ghana.
Tim asuhan Zlatko Dalic hampir merebut posisi puncak grup. Pengalaman serta kemampuan mengelola pertandingan tetap menjadi kekuatan utama negara yang berstatus finalis Piala Dunia 2018 dan semifinalis Piala Dunia 2022 tersebut.
Tapi Kroasia mungkin tidak memiliki kedalaman skuad setara Portugal. Namun, mereka terus membuktikan bahwa organisasi permainan, pengalaman, dan ketenangan dalam laga besar sering kali menjadi pembeda dan andalan utama.
Begitu juga Portugal tidak memiliki tambahan pemain cedera, setelah laga melawan Kolombia. Tapi Roberto Martinez juga memiliki keleluasaan untuk melakukan perubahan setelah cukup sering merotasi susunan pemain selama fase grup.
Sedangkan Joao Neves diperkirakan kembali menjadi starter. Di lini depan, Ronaldo masih akan memimpin serangan dengan dukungan Bruno Fernandes, sementara Vitinha dan Neves berpotensi menjadi motor permainan dari lini tengah.
Lini belakang Portugal kemungkinan dihuni Nuno Mendes, Renato Veiga, Ruben Dias, dan Joao Cancelo di depan kiper Diogo Costa. Komposisi ini memberi keseimbangan antara pengalaman dan kualitas individu.
Dikatakan, kehadiran pemain seperti Bruno Fernandes, Vitinha, Bernardo Silva, Joao Neves, hingga Cristiano Ronaldo memberi Roberto Martinez banyak opsi untuk membongkar pertahanan pemain Kroasia.
"Meski finis sebagai runner-up Grup K, Portugal tetap menunjukkan kedalaman skuad yang lebih. Mereka juga mampu menjaga kebugaran pemain inti berkat rotasi yang dilakukan sepanjang fase grup," kata Wong lagi.
Begitu juga dengan Kroasia yang terbebas dari masalah cedera baru. Josko Gvardiol diprediksi kembali mengisi posisi bek kiri setelah tidak menjadi starter pada pertandingan melawan Ghana. Dan hal ini harus diawasi para permainan Portugal.
Luka Modric dan Mateo Kovacic hampir pasti tetap menjadi andalan di lini tengah. Petar Sucic, yang mencetak gol ke gawang Ghana, berpeluang melengkapi trio gelandang, sementara Nikola Vlasic ikut bersaing memperebutkan tempat di tim utama.
Dikatakan, Portugal memiliki kualitas individu yang sulit ditandingi Kroasia. Kehadiran pemain seperti Bruno Fernandes, Vitinha, Bernardo Silva, Joao Neves, hingga Cristiano Ronaldo memberi Roberto Martinez banyak opsi untuk membongkar pertahanan lawan.
Meski hanya finis sebagai runner-up Grup K, Portugal tetap menunjukkan kedalaman skuad yang lebih baik dibanding Kroasia walau akan terjadi kesulitan bagi Ronaldo saat berada diareal kotak pinalti Kroasia.
'Jadi untuk laga ini, saya prediksikan Portugal menang tipis 2-1 atas Kroasia. Dan harus menang mengingat Portugal bakal menjadi juara Piala Dunia 2026," pungkas Wong mengakhiri.
Skuad Portugal :
Portugal (4-2-3-1): Costa; Cancelo, Dias, Veiga, Mendes; Vitinha, Joao Neves; Neto, Fernandes, Felix; Ronaldo. Pelatih: Roberto Martinez
Skuad Kroasia :
Kroasia (4-3-3): Livakovic; Stanisic, Sutalo, Pongracic, Gvardiol; Sucic, Modric, Kovacic; Baturina, Budimir, Perisic. Pelatih: Zlatko Dalic. (sus)


