PENGAWAL.ID | MEDAN - Kegigihan Bayu (13), pelajar SMP swasta di Kota Medan, untuk membantu keluarganya mendapat perhatian dari Tim Jurnalis Komunitas Sedekah Jumat (KSJ).
Di tengah keterbatasan ekonomi, Bayu memilih menyisihkan uang jajannya sebesar Rp2.000 setiap hari untuk membeli dan memelihara bebek. Kelak bebek-bebek yang dirawat dan hasilnya bakal dapat membantu meringankan beban sang ibu, Cici.
Namun, harapan tersebut kandas setelah lima ekor bebek miliknya dicuri sekitar empat pekan lalu.
Bayu yang tinggal di Gang Budi Daya, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, tidak memilih menyerah. Dengan berjalan kaki, ia menelusuri sejumlah lokasi penjualan dan pemotongan ayam di sekitar tempat tinggalnya untuk mencari jejak bebek-bebek tersebut.
Usahanya akhirnya membuahkan hasil.
Bayu menemukan lima ekor bebek di dalam kandang milik seorang penjual ayam bernama Igun di kawasan Mabar Hilir. Ia meyakini bebek tersebut merupakan hewan yang selama ini dipeliharanya karena mengenali tanda khusus pada tubuh masing-masing bebek.
Igun kemudian mengaku membeli lima ekor bebek itu dari seorang pria yang memiliki tato di lengannya dengan harga Rp150 ribu.
Temuan tersebut membuat hilangnya bebek milik Bayu semakin terang. Namun, siapa pihak yang mengambil bebek tersebut dan bagaimana hewan itu bisa berpindah tangan masih perlu dibuktikan lebih lanjut.
Dugaan juga dikaitkan dengan seseorang yang sebelumnya disebut pernah mencuri sepeda milik Bayu. Kendati demikian, informasi tersebut tetap memerlukan pembuktian dan penanganan sesuai proses hukum.
Bagi Bayu, persoalan ini bukan sekadar kehilangan lima ekor bebek.
Di balik kandang sederhana itu terdapat perjuangan seorang anak yang berusaha membantu keluarganya. Uang jajan yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari justru dikumpulkannya sedikit demi sedikit untuk modal beternak.
Kisah tersebut kemudian mendapat perhatian Tim Jurnalis KSJ.
Ketua Tim Jurnalis KSJ, Boim, memberikan apresiasi sekaligus sedekah Jumat kepada Bayu. Ia meminta Bayu tetap mempertahankan semangat belajar dan kepeduliannya terhadap keluarga.
"Tetap semangat buat Bayu. Walau dirimu tak menjadi orang besar, kelak bisa membantu orangtua dan adik-adikmu. Rezeki tak ke mana. Jangan pernah tinggalkan salat dan selalu bersedekah berapa pun adanya," ujar Boim, Jumat (11/9/2026)
Apresiasi tersebut diharapkan menjadi penguat bagi Bayu untuk tetap bersekolah dan tidak kehilangan semangat hanya karena cobaan yang dialaminya.
Kisah Bayu menjadi pengingat bahwa semangat untuk bertahan dan membantu keluarga tidak selalu datang dari orang dewasa. Bahkan, seorang pelajar seusianya pun dapat menunjukkan keteguhan hati di tengah keterbatasan.(chan)




