Bangun Ekosistem Baru Pasar Legendaris, Rico Laksanakan Groundbreaking Pasar Petisah

Editor: Tim Redaksi author photo
Bagikan:
Komentar

PENGAWAL | MEDAN - Pemko Medan terus mendorong pengembangan Pasar Petisah melalui pembangunan ekosistem perdagangan baru yang adaptif terhadap perkembangan zaman, mampu menarik kembali minat pengunjung, serta membuka ruang lebih luas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui groundbreaking pembangunan Block Petisah yang secara resmi dilakukan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Senin (12/10/226), di Pasar Petisah dengan konsep pasar kreatif yang memadukan kuliner, ruang berkumpul, dan aktivitas ekonomi kreatif.

Pembangunan Block Petisah tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan melalui skema kerja sama antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PUD Pasar Kota Medan, dengan pihak investor. Pada tahap awal, kawasan ini direncanakan menampung sekitar 200 UMKM dengan konsep yang menyasar masyarakat luas, termasuk generasi muda.

Dalam Groundbreaking ini, hadir Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen, unsur Forkopimda, Pj Sekda Erfin Fahrurrazi, Dirut PUD Pasar Anggia Ramadhan, Ketua DPD Walubi Sumut Meriyawaty Amelia Prasetio, Tokoh Agama Buya Amirruddin, segenap Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan dan jajaran Direksi PUD Pasar.

Rico Waas mengatakan, revitalisasi Block Petisah bukan sekadar memperbarui tampilan fisik pasar, tetapi juga membangun ekosistem perdagangan yang mampu menjawab perubahan zaman dan persaingan dengan pusat perbelanjaan modern.

“Pasar Petisah ini monumental, ikonik, dan sangat dikenal. Namun, pasar tradisional menghadapi tantangan dengan berkembangnya pasar modern dan pusat-pusat ritel lainnya. Karena itu, kita ingin membangun pasar kreatif yang disukai masyarakat dan anak-anak muda, sekaligus menjadi tempat berkumpul yang dapat mendorong UMKM semakin berkembang,” ujar Rico Waas.

Dijelaskan Rico Waas, Pasar Petisah memiliki nama besar dan potensi yang dapat menjadi modal untuk menarik kembali minat masyarakat. Konsep pasar kreatif yang dikembangkan diharapkan menghadirkan pengalaman berbelanja sekaligus ruang interaksi, berkumpul, dan berkegiatan bagi masyarakat.

Rico Waas mencontohkan konsep pasar kreatif seperti Pasar Santa di Jakarta dan The Hallway Space di Bandung yang menggabungkan aktivitas perdagangan dengan ruang kreatif. Gagasan serupa diharapkan dapat berkembang di Medan dengan tetap memberikan ruang bagi usaha lokal. (sus)

Baca Juga
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini