Yang Mulia Uskup Agung Medan Dedikasikan Gereja Katolik Maria Ratu Rosario

Editor: Redaksi author photo
Bagikan:
Komentar
Yang Mulia Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFM. Cap memimpin Misa Pendedikasian Gereja Katolik Stasa Maria Ratu Rosario Cinta Damai Paroki Padre Pio | Pengawal.id

PENGAWAL | MEDAN - Usai dikerjakan sekira 2 tahun 7 bulan, akhirnya bangunan Gereja Stasi Maria Ratu Rosario Cinta Damai Paroki Padre Pio yang beralamat di Jalan Mesjid Pasar I Kelurahan Cinta Damai Kecamatan Medan Helvetia, didedikasikan Yang Mulia Uskup Agung Mgr Kornelius Sipayung OFM Cap, Minggu (2/6/2019).

Pendedikasian Gereja Katolik ini diawali dengan pengguntingan pita di depan pintu Utama Gereja Katolik Maria Ratu Rosario. Kemudian Uskup Agung Mgr Kornelius Sipayung OFM Cap membawa masuk seluruh umat Katolik untuk melaksanakan Misa Pendedikasian Gereja Katolik Stasi Maria Ratu Rosario Cinta Damai Paroki Padre Pio.

Usia mmemimpin Misa Pendedikasian gereja Stasi Maria Ratu Rosario, kepada Pengawal.id Uskup Agung Medan mengajak umat untuk menjadikan gereja ini sebagai rumah pertumbuhan Iman dan Kasih terutama bagi umat Katolik yang ada di wilayah ini.

"Gereja ini didedikasikan untuk tempat berdoa dan mendengarkan Sabda Tuhan, jangan jadikan gereja ini seminggu sekali saja untuk tempat berdoa, mari umat Cinta Damai datang ke gereja ini untuk berdoa setiap hari", ujar yang Mulia Uskup Agung.

Sementara, Ketua Dewan Stasi Gereja Maria Ratu Rosario, Darwin Manalu mengatakan pertumbuhan Iman di gereja ini cukup pesat. Hal itu dibuktikan dengan jumlah umat Katolik yang bertambah dari tahun ke tahun, dan saat ini mencapai 450 Kepala Keluarga.
"Gereja ini dibangun berdasarkan pertumbuhan umat yang cepat, dari Stasi ini sudah melahirkan dua gereja yang bernaung di Paroki Padre Pio," kata Darwin.

Pembukaan Pintu Gereja yang di Pimpin Uskup Agung Medan

Gereja yang diarsiteki Ir.Tonny Tarigan ini sebagian besar 'meniru' nuansa gereja-gereja Katolik di Yunani, dan dibangun di atas lahan dengan luas sekira 3000 meter persegi dan menelan biaya sekira Rp. 4,3 Miliar lebih dengan biaya pengadaan lahan senilai Rp. 3,2 Milliar, dan dibangun selama kurun waktu 2 tahun 7 bulan.

Hadir dalam Pendedikasian Gereja Stasi Maria Ratu Rosario antara lain, Pastor penggagas pembangunan gereja ini yang pernah menjadi Pastor Paroki Padre Pio, Pastor Agustinus Saragih OFM Cap, Pastor Ambrosius Nainggolan OFM Cap dan Pastor Paroki saat ini Pastor Fiorensius OFM Cap.

Ke tiga Pastor tersebut memiliki peran dalam membimbing umat Stasi Maria Ratu Rosario sehingga gereja ini didedikasikan Yang Mulia Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFM Cap.

Usai melaksanakan ibadah Misa Pendedikasian, dilanjutkan dengan ramah-tamah yang berlangsung di halaman Gereja Katolik Maria Ratu Rosario Cinta Damai. Turut hadir unsur Muspida, Muspika, Tokoh Umat Katolik dan serta pejabat yang mewakili Pangdam I Bukit Barisan yang turut serta memberikan kata sambutan.(rhd/dev)
Baca Juga
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini