PENGAWAL | BRANDAN - Dua hari pasca musibah keracunan makanan di Dusun I Tungkam Jaya, Desa Pangkalan Siata, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Selasa (25/2/2020) kemarin, kini korban yang dirawat di RS Pertamina Pangkalan Brandan (RSPPB) bertambah menjadi 16 orang.
Hal tersebut disampaikan Humas RSPPB, Linda Hutauruk kepada Pengawal.id via telepon selulernya, Kamis (27/2/2020) sekira jam 15.15 WIB. "Total korban keseluruhan dari kemarin hingga hari ini sebanyak 16 orang. Korban masih dirawat intesif dan keadaanya sudah stabil," sebutnya.
Linda menambahkan, informasi dari pihak keluarga korban menjelaskan, bahwa penyebab keracunan tersebut berasal dari lauk daging babi yang dibuat warga untuk acara doa bersama di Gereja HKBP yang rutin digelar setiap tahunnya.
"Karena bukan dari virus, jadi tidak ada tindakan preventatif yang dilakukan. Kalau ada masyarakat yang ikut mengkonsumsi daging babi kemarin, jika ada merasakan gejala walupun ringan, segera laporkan ke pihak kesehatan agar tidak memperburuk kondisi," tandasnya.
Sebelumnya, sedikitnya, 82 warga Desa Pangkalan Siata, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat keracunan makanan. Mereka mengalami mual dan pusing setelah menyantap olahan daging babi pada acara doa dan makan bersama, Selasa (25/2) sekira jam 12.30 WIB.
Informasi di lapangan, saat itu warga Dusun I Tungkam Jaya, Desa Pangkalan Siata, Kecamatan Pangkalan Susu yang terdiri dari warga muslim dan warga kristen melakukan doa bersama untuk keselamatan warga dari mala petaka yang digelar di halaman gereja HKBP setempat.
Dalam doa bersama itu, jemaat gereja (beragama kristen) menyajikan makanan berupa nasi dengan lauk daging babi. Sedangkan warga yang beragama Islam, menyajikan makanan berupa nasi dan lauk ayam kampung. Setelah acara Doa bersama selesai, maka seluruh warga memakanan makanan sesuai dengan yang disajikan.
Setelah makan bersama selesai, maka seluruh warga kembali ke rumah masing-masing dan sebahagian jemaat gereja ada yang membawa pulang makanan kerumah. Sekira jam 23.00 WIB, warga yg beragama Kristen yang mengikuti acara doa bersama dan memakan makanan dari tempat acara mengeluh sakit pada kepala, mual dan muntah-muntah serta demam.
Hal ini terjadi diduga setelah jemaat gereja memakan makanan olahan nasi dan lauk daging babi, yang diolah warga beragama Kristen saat acara doa bersama di halaman gereja HKBP.
Awalnya keluhan dialami Paula Boru Situngkit (50), Edi Sunarto Sinaga (12), Herlina Sijabat (40) Hotlen Boru Sagala (68), Derita Boru Sijabat (50) dan Tumiar Boru Sagala (70) yang merupakan warga sekitar. Bahkan ke 6 orang ini sempat dilarikan ke rumah sakit Pertamina Pangkalan Brandan.
Tak lama berselang, puluhan warga yang beragama Kristen juga mengalami keluhan yang sama dan dikumpulkan di Gereja GKPI untuk mendapatkan perawatan medis. (Ahmad)
Teks foto: Korban keracunan makanan saat mendapat perawatan medis beberapa hari lalu.
Baca Juga


