Upah Tak Jelas, Banyak Buruh Bangunan Gedung Islamic Center Kabur

Editor: Tim Redaksi author photo
Bagikan:
Komentar



PENGAWAL.ID | MEDAN - Berbagai kendala menggerogoti proyek pembangunan Gedung Islamic Center di Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan Medan Labuhan, Kota Medan. Satunya banyak buruh bangunan yang kabur akibat masalah upah, Jumat (28/6/2024). 

Meski sudah 2 tahun berjalan proses pembangunan Islamic Center yang menggunakan anggaran Rp432 miliar dari APBD Pemkot Medan sejak tahun 2022 hingga 2024 namun proyek belum rampung juga. 

Dugaan selain kendala pendanaan, ternyata banyak juga buruh bangunan proyek Islamic Center tersebut yang kabur akibat pengupahan tak jelas. 

Infonya para buruh bangunan yang mayoritas didatangkan dari Pulau Jawa itu tidak mendapatkan gaji yang  layak. 

Bahkan info awal kalau gaji buruh bangunan Islamic Center perharinya Rp145 ribu namun di lokasi diterima hanya Rp115 ribu tanpa ada jam lembur. 

Cerita yang menyayat hati kalau para buruh Islamic Center banyak meninggalkan utang kepada pemilik warung sekitar proyek. 

"Awalnya para pekerja datang ke warung, lalu memesan makanan, minuman dan rokok. Usai menikmati makanan yang disajikan, mereka membayarnya kontan," kata Mak Lia (58), pemilik warung, Kamis (27/6).

Hari-hari berikutnya, tambah Mak Lia, mereka mulai membayar separuh, bahkan ada yang belum bayar dan berdalih besok akan dibayar setelah menerima gaji.

"Karena dijanjikan akan dibayar, saya setujui aja. Apalagi mereka semuanya pekerja dari Pulau Jawa," tutur Mak Lia. 

Belakangan, tambah Mak Lia, buruh-buruh yang tidak membayar hutangnya itu ternyata sudah tidak bekerja lagi dan telah kembali ke Pulau Jawa.

"Saya ikhlaskan sajalah kalau mereka tidak melunasi utangnya, apalagi mereka tidak memiliki kerabat keluarga di Kota Medan ini," imbuhnya.

Mak Lia juga menambahkan, ada juga buruh yang  balik ke kampung halamannya dengan meminta ongkos pulang.

"Saya berikan uang 'jajan' seadanya buat keperluan selama dalam perjalanan pulang," tutur Mak Lia.

Selain itu, tambah Mak Lia, banyak buruh yang mengeluh dan curhat kepada dirinya terkait soal gaji dan uang lembur. Saat Hari Raya Idul Adha 1445 H kemarin, mereka disuruh bekerja namun tidak diberi uang lembur.

"Kami punya anak istri di kampung namun penghasilan kami di sini sangat minim," beber Mak Lia menirukan ucapan dari beberapa buruh.

Pantauan awak media sejumlah buruh terlihat bekerja di lokasi proyek pembangunan gedung Islamic Center namun wartawan tidak boleh masuk ke dalam proyek pembangunan.

Seorang sekuriti yang berjaga di pintu masuk melarang wartawan yang hendak masuk dan melihat kondisi pembangunan proyek itu.

"Tidak boleh masuk ke dalam lokasi proyek," jawab seorang sekuriti saat wartawan ingin memasuki lokasi.(chan) 



Baca Juga
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini