PENGAWAL.ID | MEDAN - Yayasan Lansia Merdeka Indonesia (YLMI) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 di Jalan Lombok No. 2, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Jumat (5/6/2026)
Perayaan berlangsung meriah, penuh sukacita, dan dihadiri para lansia, relawan, donatur, tokoh masyarakat, serta penerima manfaat program yayasan.
Sejak pagi, ratusan lansia tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka melambaikan bendera kecil bertuliskan HUT ke-2 YLMI, bernyanyi bersama, serta menikmati berbagai hiburan yang disiapkan panitia.
Dekorasi bernuansa kuning yang menghiasi lokasi acara semakin menambah semarak suasana perayaan dua tahun perjalanan yayasan dalam menjalankan misi sosial dan kemanusiaan.
Ketua Umum Yayasan Lansia Merdeka Indonesia, Dr Hartono Tjandra, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan yayasan yang telah memasuki usia dua tahun dan terus berkembang berkat dukungan berbagai pihak.
"Kami dari Yayasan Lansia Merdeka Indonesia pada hari ini ulang tahun yang kedua. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Sekdaprovsu RE. Nainggolan, Bapak Wali Kota Medan, DPRD, DPD, para donatur, relawan, dan semua pihak yang selama ini membantu kegiatan kami," ujar Hartono Tjandra.
Menurutnya, sejak berdiri dua tahun lalu, Yayasan Lansia Merdeka Indonesia secara konsisten menjalankan program pemberian makanan gratis kepada masyarakat yang membutuhkan. Program tersebut dilaksanakan rutin setiap Selasa dan Jumat.
"Setiap minggu, Selasa dan Jumat, kami memberikan makanan kepada sekitar 700 orang setiap minggu," katanya.
Selain program bantuan makanan, yayasan juga telah melaksanakan sejumlah pembangunan sarana umum yang bermanfaat bagi masyarakat. Di antaranya pembangunan jembatan di Medan Tuntungan, renovasi mushola, serta pembangunan jembatan di kawasan Kampung Baru.
"Habis itu kami sudah bangun jembatan baru kurang lebih 70 meter. Sebelumnya kami juga membangun dan merenovasi mushola serta membangun jembatan di Kampung Baru," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hartono Tjandra juga mengumumkan program bantuan beras bersubsidi bagi para pengemudi becak yang dijadwalkan mulai berjalan pekan depan.
"Nanti hari Rabu kami ada rencana untuk 200 abang becak. Setiap orang mendapatkan dua kilogram beras dengan harga Rp5.000 per kilogram. Yayasan memberikan subsidi sekitar Rp12.000 per kilogram," jelasnya.
Ia mengatakan program tersebut akan dilaksanakan secara berkelanjutan selama satu tahun guna membantu meringankan beban ekonomi masyarakat kecil.
"Selama setahun, setiap minggu program itu akan berjalan," ujarnya.
Menurutnya, berdirinya Yayasan Lansia Merdeka Indonesia dilatarbelakangi oleh kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang masih membutuhkan perhatian dan bantuan.
"Kondisi sekarang banyak masyarakat kurang mampu. Kami melihat para abang becak juga. Kami merasa terpanggil, lalu bersama teman-teman mendirikan yayasan untuk memberikan makanan dan membantu masyarakat," tuturnya.
Selain menjalankan program rutin, yayasan juga aktif menyalurkan bantuan kemanusiaan saat terjadi bencana alam. Bantuan telah disalurkan ke sejumlah daerah terdampak banjir, termasuk Aceh Tamiang dan beberapa wilayah lainnya.
"Saat banjir kemarin kami sudah banyak memberikan bantuan. Di Aceh Tamiang dan beberapa daerah lainnya kami menyalurkan beras, minuman, serta berbagai kebutuhan pokok. Banyak sembako yang kami kirim menggunakan kendaraan bantuan," katanya.
Seluruh kegiatan sosial tersebut, lanjut Hartono Tjandra, dapat berjalan berkat dukungan para donatur yang secara konsisten memberikan bantuan dan kepercayaan kepada yayasan.
"Dana kami berasal dari para donatur. Berkat dukungan mereka, kegiatan-kegiatan sosial ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dr RE Nainggolan yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi yang tinggi kepada Hartono Tjandra dan seluruh pengurus Yayasan Lansia Merdeka Indonesia atas dedikasi mereka dalam kegiatan kemanusiaan.
Menurut mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara tersebut, tidak banyak orang yang rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan materi untuk membantu masyarakat secara konsisten seperti yang dilakukan oleh yayasan tersebut.
"Saya mengikuti terus kegiatan yayasan ini. Para pengurus memberikan hati, pikiran, jiwa, waktu, tenaga, bahkan apa yang mereka miliki untuk memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan di Kota Medan," ujar RE Nainggolan.
Ia menilai apa yang dilakukan Hartono Tjandra merupakan bentuk pengabdian sosial yang patut menjadi teladan bagi masyarakat luas.
"Apa yang Bapak buat ini sangat luar biasa. Jarang ada orang yang memberikan hatinya, waktunya, dan tenaganya untuk kemanusiaan," katanya.
Menurutnya, suasana yang tercipta menunjukkan bahwa kehadiran Yayasan Lansia Merdeka Indonesia telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya para lansia dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.
"Saya yakin masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian. Dengan kegiatan seperti ini, mereka yang datang dapat merasakan kebahagiaan dan pulang dengan sukacita," ucapnya.
Ia berharap Hartono Tjandra beserta seluruh pengurus Yayasan Lansia Merdeka Indonesia senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan untuk terus melanjutkan berbagai program sosial yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Perayaan HUT ke-2 Yayasan Lansia Merdeka Indonesia berlangsung dalam suasana hangat, meriah, dan penuh kebersamaan. Para lansia tampak menikmati setiap rangkaian acara dengan penuh sukacita, sementara relawan dan pengurus yayasan berbaur dengan masyarakat yang hadir.
Memasuki tahun ketiga pengabdiannya, Yayasan Lansia Merdeka Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas manfaat bagi masyarakat melalui program pemberian makanan gratis, bantuan kemanusiaan, pembangunan fasilitas umum, bantuan beras bersubsidi, serta berbagai kegiatan sosial lainnya yang menyentuh langsung kebutuhan warga. (chan)
.jpg)

