Kota Datar Hamparan Perak Darurat Narkoba, Pangsa Pasar Masuki Kalangan Pelajar Sekolah, GRANAT: Kepolisian Harus Bertindak

Editor: S Chaniago author photo
Bagikan:
Komentar


PENGAWAL.ID | HAMPARAN PERAK – Alarm bahaya narkotika kembali berbunyi dari Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Di balik hamparan perkebunan dan suasana pedesaan yang tenang, warga mengaku dihantui maraknya peredaran narkotika jenis sabu yang disebut-sebut telah menyasar generasi muda dan memicu meningkatnya berbagai tindak kriminal. Disebut-sebut bede (bandar sabu, red) memasuki kalangan pelajar sekolah. 

Sejumlah warga menilai kondisi tersebut sudah berada pada tahap mengkhawatirkan. Mereka menyebut peredaran sabu di beberapa dusun Desa Kota Datar terkhusus Dusun 11 dan Dusun 12 berlangsung secara terbuka. Dan gawatnya paket sabu dipasarkan di tempat umum. 

Ini menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya aksi pencurian ternak , begal serta tindak kekerasan lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat, hampir semua dusun di Desa Kota Datar  Kecamatan Hamparan Perak tersebut, mencari sabu sama mudahnya dengan membeli beras. 

Sehingga di kawasan Desa Kota Datar adalah yang paling rawan terhadap peredaran narkotika serta berbagai bentuk kriminalitas.

Warga mengaku resah karena pelaku kejahatan kini semakin nekat dan tak takut lagi dengan aparat Kepolisian. Mereka tidak hanya beraksi pada malam hari, tetapi juga berani di siang hari dan ketika menjual sabu langsung mendatangi pasien (sebutan untuk pelanggan sabu).

"Penjaja narkoba sekarang berani dan jumlahnya banyak. Mereka terang-terangan menjajakan barang haram tersebut tanpa ada rasa takut. Bahkan pangsa pasar sampai ke lingkungan sekolah," jelas warga yang namanya tak mau disebut. 

Menurut pengakuan warga, beberapa pelaku kejahatan luar biasa itu mempunyai kelompok atau sindikat sehingga sulit untuk diberantas.

Di tengah keresahan itu, muncul dugaan kuat dari masyarakat bahwa maraknya penyalahgunaan narkotika jenis sabu memiliki keterkaitan dengan tingginya angka pencurian. Warga menduga sebagian pelaku melakukan aksi kriminal demi memperoleh uang untuk membeli narkotika.

Situasi ini dinilai tidak hanya mengancam keamanan lingkungan, tetapi juga masa depan generasi muda. Warga khawatir penyalahgunaan narkotika akan semakin meluas apabila tidak segera ditangani secara serius dan berkelanjutan.

Secara terpisah, Humas Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Sumatera Utara, C. Wijaya, meminta aparat kepolisian meningkatkan upaya pemberantasan jaringan narkotika hingga ke akar-akarnya.

Menurutnya, penyelamatan generasi muda harus menjadi prioritas bersama, karena kepolisian memiliki peran strategis dalam memutus mata rantai peredaran narkoba.

"Keselamatan generasi muda bangsa ini adalah tanggung jawab kita bersama. Namun pihak kepolisian mempunyai porsi yang lebih untuk penyelamatan terhadap generasi muda dengan memutus mata rantai peredaran narkotika," tegas C. Wijaya.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum tidak hanya menangkap pengguna, tetapi juga membongkar jaringan pengedar dan bandar yang diduga masih leluasa menjalankan bisnis haram di kawasan Desa Kota Datar Hamparan Perak. Warga menilai langkah penegakan hukum yang tegas, konsisten, dan berkesinambungan menjadi kunci untuk mengembalikan rasa aman sekaligus menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika.(pe) 


Baca Juga
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini