PENGAWAL.ID | HAMPARAN PERAK - Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, disebut-sebut tengah berada dalam kondisi darurat narkoba. Peredaran sabu di wilayah ini dikabarkan kian terbuka dan masif, bahkan oleh warga diibaratkan dijajakan 'seperti kacang goreng'.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, akses terhadap narkotika jenis sabu di desa tersebut relatif mudah. Sejumlah warga menuding adanya jaringan pemasok besar yang mengalirkan barang haram itu dari wilayah Langkat ke Hamparan Perak.
Nama seorang yang disebut-sebut sebagai pemasok utama mencuat dalam perbincangan warga. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait kebenaran informasi tersebut.
Warga juga mengungkapkan dugaan adanya praktik setoran dari bisnis ilegal tersebut kepada oknum tertentu. Tuduhan ini masih belum terverifikasi dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Adapun lokasi yang disebut menjadi titik rawan peredaran narkoba berada di Dusun 11 dan Dusun 12 Gudang Atap, Desa Kota Datar. Kawasan itu kini disebut sebagai 'zona hitam' oleh masyarakat setempat.
Dampak sosial yang ditimbulkan mulai terasa. Dalam beberapa waktu terakhir, angka kriminalitas di desa ini dilaporkan meningkat, terutama kasus pencurian.
Dalam sepekan terakhir, sepeda motor milik Kepala Dusun 4, Muzakir Fahmi, jenis Honda Vario dengan nomor polisi BK 4464 RBL, dilaporkan hilang dari halaman kantor desa. Selain itu, warga juga mengeluhkan maraknya pencurian buah sawit dan ternak.
“Sekarang makin banyak pencuri. Kami resah. Semua seperti tidak terkendali,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Selasa (28/4/2026)
Warga mendesak Kepolisian Daerah Sumatera Utara segera turun tangan untuk menertibkan kondisi tersebut. Mereka berharap ada langkah konkret guna memutus rantai peredaran narkoba yang dinilai telah merusak sendi kehidupan masyarakat desa.
“Desa kami sudah seperti kampung narkoba. Kalau mau cari sabu, orang bilang datang saja ke sini,” kata warga itu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait situasi di Desa Kota Datar maupun dugaan jaringan peredaran narkoba yang disebut warga.(pe)


