PENGAWAL.ID | MEDAN - Aksi begal kembali meneror warga Kecamatan Medan Deli, Kota Medan. Dalam rentang waktu yang berdekatan, sedikitnya tiga warga dilaporkan menjadi korban kejahatan jalanan. Salah satunya, seorang pelajar berusia 17 tahun, meninggal dunia setelah mengalami luka parah di bagian perut, Jumat (18/9/2026).
Korban diketahui bernama M Rehan (17), warga Lingkungan VIII, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rehan menjadi korban begal saat mengendarai sepeda motor menuju rumah pada dini hari.
Peristiwa itu disebut terjadi di kawasan bawah jalan tol, Pasar 3, Kelurahan Mabar Hilir. Korban mengalami luka robek pada bagian kiri perut. Kondisinya memburuk hingga akhirnya nyawanya tidak tertolong setelah mendapat penanganan di rumah sakit.
Kasus tersebut menambah daftar keresahan warga terhadap aksi kejahatan jalanan di kawasan Medan Deli.
Korban lainnya adalah Andi (37), seorang pedagang ayam di Pasar Metal. Warga Jalan Keluarga itu disebut menjadi sasaran empat pria yang membawa senjata tajam.
Dalam kejadian tersebut, Andi nyaris terkena sabetan senjata tajam jenis celurit. Selain terancam keselamatannya, sepeda motor Honda Scoopy BK 6697 TCB warna hijau miliknya juga dibawa kabur pelaku.
Kasus serupa juga menimpa seorang kepala lingkungan (Kepling) di Kelurahan Tanjung Mulia. Abdi negara yang menjadi ujung tombak pelayanan pemerintahan di tingkat lingkungan itu disebut dikejar pelaku menggunakan sebilah parang di Jalan Pendidikan, Kelurahan Tanjung Mulia, hingga akhirnya kehilangan sepeda motornya.
Rangkaian kejadian tersebut membuat warga mempertanyakan keamanan sejumlah ruas jalan di Kecamatan Medan Deli, terutama pada jam-jam rawan.
Informasi yang beredar menyebutkan sedikitnya tiga kasus begal terjadi di sejumlah titik, antara lain kawasan jalan tol Kelurahan Mabar Hilir serta kawasan Jalan Perbatasan dan jembatan penyeberangan di wilayah Kelurahan Tanjung Mulia Hilir dan Tanjung Mulia.
GRANAT Desak Polisi Bergerak
Maraknya aksi begal itu mendapat sorotan dari Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) DPD Sumatera Utara.
Melalui Humasnya, C Wijaya, GRANAT meminta Polres Pelabuhan Belawan segera mengungkap dan menangkap pelaku yang diduga terlibat dalam aksi begal hingga menyebabkan seorang pelajar meninggal dunia.
"Polisi harus bertindak dengan tegas sehingga rasa aman dan kenyamanan dapat dirasakan masyarakat," kata C Wijaya.
Menurut dia, patroli kepolisian perlu ditingkatkan secara rutin, khususnya pada jam-jam yang dianggap rawan terjadinya kejahatan jalanan.
Ia mengusulkan patroli skala besar dilakukan secara berkala mulai pukul 23.00 hingga 05.00 WIB, bukan hanya setelah terjadi tindak kejahatan.
Selain patroli, GRANAT juga mendorong penambahan pos keamanan atau Siskamling di sejumlah titik yang dinilai rawan kriminalitas berikut penguatan personel di lapangan.
C Wijaya juga menyoroti kondisi penerangan jalan dan sistem pengawasan melalui kamera CCTV (Closed Circuit Television) di kawasan tersebut.
"Masyarakat juga menilai banyak lampu jalan yang padam di sekitar Medan Deli sehingga membuat kawasan rawan tindakan kejahatan. CCTV yang selama ini dipasang di sejumlah ujung jalan juga perlu dipastikan berfungsi," ujarnya.
Bagi warga, persoalannya bukan semata kehilangan kendaraan. Aksi begal yang menggunakan senjata tajam telah berkembang menjadi ancaman langsung terhadap keselamatan pengguna jalan.
Kematian M Rehan menjadi alarm keras bahwa keamanan jalan pada jam rawan membutuhkan respons yang terukur. Pengungkapan kasus dan penangkapan pelaku kini menjadi pekerjaan rumah bagi aparat kepolisian untuk memulihkan rasa aman masyarakat di Medan Deli.(pe)



