LIPPSU Gelar Seminar Napak Tilas Sejarah Dan Budaya Batubara

Editor: susilo author photo
Bagikan:
Komentar
Direktur Eksekutif LIPPSU Azhari AM Sinik (dua dari kiri) berdiskusi dengan Dewan Kebudayaan Kabupaten Batubara.

PENGAWAL | MEDAN - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) bekerja sama dengan Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Batubara, akan menggelar seminar napak tilas sejarah dan budaya negeri Batubara, di halaman Istana Lima Laras, akhir Nopember 2022.

Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif LIPPSU Azhari AM Sinik, di Medan, Minggu (18/9), menyikapi kesimpulan hasil pertemuannya dengan Dewan Kebudayaan Daerah dan jajarannya  di Gedung Museum di Kabupaten Batubara, pekan lalu.

Menurut Sinik,  seminar nantinya akan menghadirkan narasumber berkompeten yang di antaranya membahas dialog sejarah, termasuk perlunya merevitalisasi Istana Lima Laras, yang dijadikan lokasi kegiatan dalam membangkitkan pemahaman masyarakat tentang kedatukan dari Kerajaan Datuk Lima Laras. 

“Kita berharap masyarakat Batubara dan Sumut dapat mengetahui sejarah lebih detil tentang Kerajaan Lima Laras, dan saat ini hanya ada dua bangunan bersejarah Istana di Sumatera Utara yang tinggal yang dulunya begitu banyak Istana Kesultanan dan Kerajaan. Setelah Merdeka tahun 1945 dan terjadinya Peristiwa Sosial tahun 1946, akhirnya saat ini hanya ada dua istana yang masih utuh, diantaranya satu Istana Lima Laras di Kabupaten Batubara, yang dibangun oleh pendirinya Datuk Matyoeda, Raja XIII dari kerajaan Lima Laras, yang merupakan putra tertua dari raja sebelumnya, yakni Datuk H Djafar gelar Raja Sri Indra., dan satu lagi Istana Maimoen di Medan, yang merupakan keturunan dari Muhammad Akbar Deli Khan gelar Panglima Datuk Gocah Pahlawan,” ujarnya.

Kemudian, lanjut  Sinik, kegiatan acara dan seminar nantinya diharapkan kehadiran Gubernur Sumatera dan Forpimdasu serta Bupati Batubara dan juga dihadiri tokoh adat/budaya, para sultan, tokoh masyarakat dan aktifits generasi muda yang bertujuan membangkitkan kembali peradaban budaya masyarakat pesisir Pantai, khususnya Batubara. 

Dalam rapat dengan Dewan Kebudayaan Batubara, disimpulkan selain seminar, acara dirangkai dengan berbagai kegiatan di antaranya tarian ritual khusus yang disebut Tarian Gogo, yang sudah ada sejak tahun 1917 dan kembali dipersembahkan oleh cucu ahli waris.

Selanjutnya, acara juga dimeriahkan dengan pekan kulineir dengan penyuguhan 14 makanan khas tradisional Batubara, yakni bubur pedas, tapai, lemang, dodol, rangginang , nasi manis, kue lasidah, kue tempurung, kue makan cincin, karas-karas, nasi lado, botok, rendang kepah dan anyang pakis. 

Semua kuliner tradisional ini akan disuguhkan di sejumlah stand yang didirikan persis di halaman depan Istana Lima Laras. Selain menikmati sajian tradisional, masyarakat yang datang nantinya akan diperkenalkan tentang Istana Limas Laras sebagai ikon sejarah peradaban Kabupaten Batubara.

Adapun susunan kepanitiaan Ketua  Umum Azhari AM Sinik, Sekretaris Halimah S.Pdi, Ketua Pelaksana M Yusuf Morena (Ketua DPD Dewan Kesenian Batubara), Sekretaris Basaruddin, dan Bendahara Wan Elfi Mashuri, SPd. Sedangkan Pembina acara Hj Nawal Lubis (Istri Gubsu), Hj Maya Indriasari (Istri Bupati), dan sebagai Penasehat H. Datuk Zainuddin (Zurihat Kedatukan Lima Laras), H OK. Faizal, Ismail P Sinaga, Ahmad Fadly, Elisa Ilyas Sitorus, Baharuddin Siagiaan, dan Khairul Muslim. (sus)

Baca Juga
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini