![]() |
| Abu vulkanik semburan dari Gunung Sinabung yang erupsi. |
PENGAWAL | KABANJAHE - Untuk kesekian kalinya Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Sumatera Utara, meletus. Letusan dengan tinggi kolom cukup tinggi mencapai 7 Km, Minggu (7/6/2019) sekira pukul 16.28 WIB.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroyo dalam rilis yang diterima redaksi melaporkan, letusan disertai suara gemuruh dan awan panas ke arah Tenggara 3,5 km dan Selatan 3 km serta terdengar suara gemuruh sampai ke pos pengamatan G. Sinabung.
Berdasarkan laporan PVMBG, ujar Sutopo, saat letusan kolom abu berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah Selatan. Erupsi ini terekam di seismogram dengan durasi ± 9 menit 17 detik.
Laporan Pusdalops BPBD Karo menyatakan tidak ada koran jiwa. Masyarakat sudah terbiasa melihat letusan Gunung Sinabung sehingga sudah paham perilaku erusi dan tidak panik melihat letusan.
PVMBG melaporkan status Gunung Sinabung tetap di level III dan memberikan beberapa rekomendasi kepada masyarakat. Antara lain masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.
Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.
Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar waspada terhadap banjir lahan hujan. (sus/rel)
Baca Juga




