Yonkav 6/NK Sosialisasi Netralitas TNI dan Bahaya Narkoba

Editor: susilo author photo
Bagikan:
Komentar

PENGAWAL | MEDAN ~ Kodam I/BB terus berupaya agar jajarannya benar-benar menjaga netralitas dalam Pilkada 2018. Upaya itu ditunjukkan dengan melakukan sosialisasi secara bersinambungan.

Termasuk Batalyon Kavaleri (Yonkav) 6/Naga Karimata (NK). Sosialisasi tentang Netralitas TNI dalam Pilkada 2018 langsung disampaikan Komandan Yonkav 6/NK Letkol Kav Syamsul Arifin SE, Mtr (Han), Jumat (19/1/2018).

Sosialisasi dihadiri seluruh prajurit Yonkav 6/NK, baik itu Perwira, Bintara maupun Tamtama, serta ibu-ibu pengurus Persit KCK Yonkav 6/NK.

Materi sosialisasi yang dipimpin langsung Komandan Yonkav 6/NK Letkol Kav Syamsul Arifin, SE, Mtr (Han) itu tidak hanya menyangkut Netralitas TNI dalam Pemilukada 2018 Sumut, tetapi juga membahas tentang bahaya narkoba bagi kehidupan, tata cara yang baik dalam bersosialisasi di media sosial (medsos), dan trik ampuh dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.

Kegiatan ini mengusung tema “Netralitas TNI, Menjauhi Narkoba, Bahaya Medsos serta Menjaga Keharmonisan Keluarga dan Rumah Tangga”.

Dalam arahannya, Danyonkav 6/NK menjelaskan, Netralitas TNI merupakan amanah dalam pelaksanaan reformasi internal TNI, sesuai UU RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

“Jadi, Netralitas TNI itu adalah tidak berpihak, tidak ikut atau tidak membantu salah satu pihak yang merupakan kontestan Pemilukada,” jelasnya.

Diuraikan Letkol Kav Syamsul Arifin lagi, Netralitas TNI adalah TNI bersikap netral dalam kehidupan politik, dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis.

“Sesuai arahan Panglima Kodam I/BB Mayjen TNI Cucu Somantri, Netralitas TNI dalam Pemilukada 2018 Sumut menegaskan bahwa seluruh fasilitas TNI, baik pangkalan maupun kendaraan dan lainnya, tidak boleh digunakan untuk kepentingan kontestan Pemilukada 2018 Sumut, meskipun calon itu berlatarbelakang militer. Ini harus dipahami benar-benar oleh seluruh prajurit Yonkav 6/NK. Kita hanya bisa memberikan bantuan ke Polri dalam rangka pengamanan Pemilukada agar berjalan aman, lancar dan tertib,” papar abituren Akmil 2001 ini.

Begitu juga menyangkut bahaya dan dampak buruk narkoba bagi kehidupan. Perwira Menengah TNI AD kelahiran Malang, 7 November 1978 ini mengingatkan kepada seluruh prajuritnya untuk menjauhi, bahkan mengharamkan narkoba.

“Sanksi bagi prajurit yang terlibat narkoba sudah jelas. Diberhentikan dengan tidak hormat, dan dikeluarkan dari asrama. Karenanya, jauhi narkoba jika masih sayang dengan diri sendiri dan keluarga,” ucap suami dari Vivi Octavia, SE ini.

Terkait penggunaan medsos, Letkol Syamsul kembali menegaskan untuk berhati-hati dan tidak gegabah apalagi ikut-ikutan dalam memberikan komentar.

“Ini lebih dikhususkan kepada ibu-ibu Persit dan keluarga besar Yonkav 6/NK. Berhati-hatilah membuat komentar di medsos, terutama yang berkaitan dengan Pemilukada 2018 Sumut,” ujar ayah tiga anak ini.
Terakhir, Letkol Syamsul juga memberikan nasihat kepada seluruh prajurit dan ibu-ibu Persit tentang pentingnya membangun hubungan yang harmonis dalam keluarga dan rumah tangga. (sus)
Baca Juga
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini